Kabar Utama

Baliho Paslon Sudah Terpasang Sebelum Masa Kampanye, KPU Depok: Itu Bukan Alat Peraga Kampanye

KABARLAGI.COM, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok mengatakan baliho dari kedua pasangan calon (Paslon) Walikota Depok yang saat ini sudah terpasang di beberapa titik merupakan bukan bagian dari alat peraga kampanye.

Hal tersebut disampaikan oleh Komisioner KPU Depok, Mahadi Rahman dalam rapat koordinasi penertiban alat peraga sosialisasi pada pemilihan walikota dan wakil walikota Depok tahun 2020 di kantor Bawaslu Depok, jalan Arif Rahman Hakim, Beji, Rabu (23/9/20) sore.

“Kami jelaskan bahwa baliho yang bertebaran sekarang itu bukan dinamakan alat peraga kampanye,” kata Mahadi.

Mahadi mengatakan, baliho dari kedua pasangan calon yang sudah terpasang tidak disebut sebagai alat kampanye karena tidak mencantumkan visi-misi, nomor urut, partai pengusung serta dipasang tidak pada waktunya.

“Kalau alat peraga kampanye itu dimulai tanggal 26 September sampai 5 Desember,” katanya.

Pada kesempatan itu Mahadi mengatakan, KPU Kota Depok sudah membuat SK penetapan lokasi pemasangan alat peraga kampanye pada pemilihan walikota dan wakil walikota Depok.

“Alat-alat peraga kampanye, umbul-umbul dan spanduk diperbolehkan dipasang di semua jalan di kota Depok, kecuali di Jalan Margonda Raya, Jalan Juanda dan Jalan Arif Rahman Hakim,” katanya.

Seperti diketahui, baliho dari pasangan calon walikota dan wakil walikota Depok tahun 2020, baik itu Mohammad Idris-Imam Budi Hartono maupun Pradi-Afifah Alia telah terpasang di beberapa titik jauh hari sebelum KPU Kota Depok menetapkan kedua pasangan tersebut menjadi calon peserta Pilwalkot 2020.[]

Related Articles

Back to top button
Close