Minyak Goreng Langka, APKLI NTB Geruduk Kantor DPRD

0
753

KabarLagi.Com – Kelangkaan minyak goreng di Nusa Tenggara Barat akhir ini, berimbas pada keresahan rumah tangga bahkan para pedagang kaki lima sebagai pihak konsumen juga ikut merasakan.

Majid selaku ketua Asosiasi Para Pedagang Kaki Lima (APKLI NTB) angkat bicara terkait persoalan tersebut di depan Gedung DPRD NTB. Ia mengaggap DPRD NTB sebagai perwakilan rakyat hanya diam membisu dengan kondisi saat ini, dari sekian banyak anggota DPR di NTB tidak ada satupun yang pernah merespon ataupun berbicara soal bagaimna solusi atas kelangkaan minyak goreng tersebut.

“DPR ko ga ada yang pernah bicara soal Minyak Goreng ini ya, ko malah Sibuk merebut kekuasaan,” Katanya. Mataram (11/3/2022).

Sebagai Ketua APKLI NTB dirinya meminta kepada DPRD NTB sebagai wakil Rakyat untuk jangan hanya mementingkan diri nya sendiri akan tetapi berikan solusi untuk keresahan masyarakat saat ini.

“Sebentar lagi kita akan memasuki bulan Puasa, kami harapkan DPR segera berbicara untuk solusi kelangkaan minya goreng ini,” harapnya.

Majid juga menyinggung kepala Daerah yg sibuk urus politik tapi lupa akan keresahan Rakyatnya.

“Pemerintah Daerah juga jangan urus politik terus, sebaiknya sibukkan diri urus masyarakat yang lagi kebingungan untuk mendapatkan minyak goreng,” ujarnya.

Majid menambahkan, PKL di Mataram khususnya banyak yang belum bisa jualan dikarenakan bahan baku ( minyak goreng) tidak ada dan inilah yang mesti di atensi dengan baik oleh Pemerintah Daerah,” tutupnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh Sekertaris APKLI Lombok Tengah sodara Kusuma Wardan alias Dode, bahwa DPR hari ini seakan-akan tidak memiliki perasaan terhadap masyarakat terkait kelangkaan minyak goreng tersebut.

“masyatakat lagi susah dapatkan minyak goreng, malah mereka berpesta pora untuk dapat jabatan baru dan sibuk urus AKD ketimbang urus rakyatnya,” kata dode.

Sementara itu Tauhid yang mewakili APKLI Lombok Barat menyerukan kepada Anggotanya untuk mengingat siapa-siapa yang jadi DPR saat ini untuk tidak dipilih lagi pada saat pileg 2024 nanti.

“percuma kita pilih kalau tidak bisa wakili kita di DPR, kita datang malah mereka rame-rame ga ada yang masuk kantor, alasannya kungker tapi masa iya semua anggota dewan Kungker,”katanya heran.

Ruslan Beko sebagai Korlap, mengingatkan serta mengancam akan datangkan PKL lebih banyak lagi dibandingkan hari ini.

“Ingat Kalian hari ini tidak ada yang masuk kantor, tapi besok hari Rabu akan datang kami akan datangi kalian lagi. Jangan coba-coba mengindar lagi,”tutupnya.