Hujan Lebat dan Angin Kencang Sebabkan Banjir, Pohon Tumbang, dan Kerusakan di Kabupaten Bima

0
446
Dokumene BPBD Bima: Pohon Tumbang di salah satu ruas jalan di Bima

Bima, Kamis (12/12/2024) – Hujan deras disertai petir dan angin kencang melanda wilayah Kabupaten Bima pada Kamis sore, menyebabkan banjir, pohon tumbang, dan luapan air yang berdampak pada aktivitas masyarakat serta kerugian material.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima Haji Isra mengatakan hujan yang berlangsung sejak pukul 15.00 hingga 18.00 WITA menyebabkan beberapa wilayah terdampak cukup parah.

“Pohon besar tumbang di Desa Darusalam menghalangi akses jalan Sumbawa-Bima, merusak emperan bengkel, satu tiang Telkomsel, kabel, serta deker jalan ekonomi,” ujar Haji Isra. Ia menambahkan bahwa upaya pembersihan telah dilakukan, dan arus lalu lintas kembali lancar.

Sementara itu, luapan air merendam permukiman di Desa Rato dan Desa Rasabou, dengan ketinggian air mencapai 25 cm. Sebanyak puluhan kepala keluarga terdampak, namun tidak ada korban jiwa atau pengungsian.

“Warga saat ini sedang membersihkan lumpur yang masuk ke rumah-rumah mereka. Meski banjir telah surut, ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus waspada terhadap cuaca ekstrem,” kata Haji Isra.

Di Desa Tawali, derasnya arus sungai menyeret sebuah truk pengangkut batu. Sedangkan di Desa Sai, banjir merusak lahan pertanian seluas 1,5 hektare yang ditanami jagung dan padi.

BPBD Kabupaten Bima telah berkoordinasi dengan pihak desa, kecamatan, dan dinas terkait untuk melakukan penanganan darurat, termasuk pengamatan, pendataan, dan kaji cepat di lokasi terdampak. Alat pemotong pohon menjadi kebutuhan mendesak di beberapa lokasi yang terdampak pohon tumbang.

Haji Isra juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana lain yang mungkin terjadi, seperti banjir bandang, angin puting beliung, tanah longsor, serta penyakit pasca-bencana.

“Kami mengingatkan warga untuk melaporkan kejadian bencana langsung ke BPBD atau aparat desa dan kecamatan setempat agar penanganan dapat segera dilakukan,” tambahnya.

Saat ini, aktivitas masyarakat telah berangsur normal. BPBD terus memantau kondisi di lapangan dan melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan langkah-langkah antisipasi dan mitigasi dapat berjalan dengan baik.