KabarLagi.Com--Selat Bali kembali menelan korban setelah Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Tunu Pratama Jaya dilaporkan tenggelam pada Kamis dini hari, 3 Juli 2025. Kapal yang tengah mengangkut puluhan penumpang dan kendaraan itu mengalami kebocoran di ruang mesin, menyebabkan kapal blackout dan akhirnya terbalik di perairan antara Ketapang dan Gilimanuk.
KMP Tunu Pratama Jaya diketahui berangkat dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi pada pukul 22.56 WIB dengan tujuan Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Sekitar pukul 00.16 WITA, kru kapal sempat mengirim sinyal darurat melalui radio channel 17. Namun hanya tiga menit berselang, seluruh sistem kapal mati total. Pada pukul 00.22 WITA, kapal lain melaporkan bahwa KMP tersebut telah terbalik dan hanyut ke arah selatan.
Kapal ini mengangkut total 65 orang, terdiri dari 53 penumpang dan 12 kru, serta membawa 22 kendaraan, termasuk 14 unit truk tronton. Lokasi tenggelamnya kapal berada di koordinat -08°09.371′, 114°25.1569′, yang masih berada di wilayah perairan Ketapang, Banyuwangi. Hingga Kamis pagi, operasi pencarian masih terus dilakukan oleh berbagai pihak.
Empat penumpang ditemukan selamat sekitar pukul 04.30 WITA di belakang Jembatan Timbang Gilimanuk. Mereka masih mengenakan life jacket dan menaiki sekoci ketika ditemukan oleh warga. Keempat korban langsung dievakuasi ke Polsek KP3 Gilimanuk untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.
Kapolres Jembrana, AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati dalam keterangannya mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Ia menegaskan bahwa wilayah kejadian secara administratif berada di perairan Ketapang, namun proses evakuasi juga dibantu oleh pihak kepolisian dan SAR dari wilayah Bali.
Operasi pencarian dan evakuasi korban saat ini melibatkan Tim SAR gabungan dari Surabaya dan Jembrana, dengan dukungan armada seperti Kapal SAR Permadi dan Rigid Inflatable Boat. Cuaca yang cukup bersahabat diharapkan dapat mempercepat proses pencarian korban lainnya yang belum ditemukan.
Masyarakat diimbau untuk terus mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang dan tidak mudah mempercayai berita-berita simpang siur. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa, namun proses pencarian dan penyisiran masih terus dilakukan secara intensif.
