Abu Gunung Lewotobi Capai Wera, dr. Feti: Gunakan Masker dan Kurangi Aktivitas Luar!

0
495
dr.Feti Rahmawati, dr puskesma wera

KabarLagi.Com— Abu vulkanik dari erupsi Gunung Lewa Tobi di Nusa Tenggara Timur (NTT) kini terpantau telah sampai ke wilayah Bima, termasuk Kecamatan Wera. Salah satu dokter di Puskesmas Wera, dr. Feti Rahmawati, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kesehatan dengan menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar rumah.

“Saya mengimbau kepada masyarakat agar menggunakan masker saat keluar rumah. Bila tidak ada keperluan penting, sebaiknya tetap di rumah saja,” ujarnya, Selasa (8/7/2025). Ia menyebutkan, abu sempat terpantau cukup tebal kemarin dan tadi malam, meski pagi ini mulai berkurang. Namun, potensi peningkatan sebaran abu masih bisa terjadi siang atau malam hari.

Dampak abu vulkanik terhadap kesehatan tidak boleh dianggap sepele. dr. Feti menjelaskan, partikel halus dalam abu vulkanik dapat membawa efek serius bila terhirup terus-menerus, antara lain:

  • Iritasi Mata dan Kulit
    Abu yang terbawa angin dapat menyebabkan mata terasa perih, kemerahan, bahkan gatal. Kulit juga bisa mengalami iritasi ringan hingga gatal-gatal, terutama bila sering terpapar tanpa perlindungan.

  • Efek Jangka Panjang
    Bila seseorang terus-menerus menghirup abu vulkanik yang mengandung silika kristalin, maka dalam jangka panjang bisa berisiko mengalami silikosis, yaitu penyakit paru-paru kronis yang disebabkan oleh paparan partikel silika tajam secara berkepanjangan.

dr. Feti juga mengimbau warga untuk menutup sumur dan penampungan air, serta membersihkan lingkungan rumah dari abu secara rutin, agar tidak tercampur dalam konsumsi makanan dan minuman.

“Ini soal kesehatan kita bersama. Mari saling mengingatkan untuk pakai masker, jaga anak-anak dan lansia, serta kurangi aktivitas di luar rumah jika tidak mendesak,” pungkasnya.