Intervensi Stunting di Maluk Diperkuat, 44 Anak Mendapat Pendampingan

0
11

KabarLagi.com—Upaya percepatan penanganan stunting di Kabupaten Sumbawa Barat terus diperkuat melalui pendampingan yang menyasar setiap anak dan keluarganya. Di Kecamatan Maluk, tercatat sebanyak 44 anak masih berada dalam kategori stunting dan membutuhkan perhatian serta intervensi secara berkelanjutan.

Wakil Bupati Sumbawa Barat sekaligus Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Sumbawa Barat, Hj. Hanipah, menyampaikan hal tersebut saat melakukan kunjungan dalam rangkaian Intervensi Serentak Stunting Tingkat Kabupaten Sumbawa Barat di Kecamatan Maluk.

Kunjungan di Maluk merupakan agenda kelima setelah sebelumnya kegiatan serupa dilaksanakan di Kecamatan Seteluk, Poto Tano, Sekongkang di Desa Tatar, Berang Ene, serta Kecamatan Taliwang.

Hj. Hanipah menegaskan bahwa penanganan stunting membutuhkan perhatian menyeluruh. Kondisi anak harus menjadi perhatian utama, namun faktor keluarga, lingkungan tempat tinggal, pola asuh, hingga akses terhadap pelayanan kesehatan juga perlu diperhatikan.

Menurutnya, persoalan stunting tidak dapat dibebankan hanya kepada orang tua. Dibutuhkan keterlibatan seluruh unsur di tingkat kecamatan hingga desa agar proses pendataan, pemantauan, pemberian makanan tambahan (PMT), serta pelayanan Posyandu dapat berjalan secara optimal.

Karena itu, Camat, pemerintah desa, kader PKK, Babinsa, Bhabinkamtibmas, AGR, kader Posyandu, serta tenaga kesehatan diharapkan terus hadir dan berkolaborasi dalam memastikan setiap anak mendapatkan pendampingan sesuai kebutuhannya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak memandang stunting sebagai aib maupun sesuatu yang harus ditakuti. Justru, keterbukaan dan kepedulian bersama menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganannya.

Melalui kolaborasi lintas sektor dan pendampingan yang dilakukan secara konsisten, anak-anak yang masih berada dalam kategori stunting diharapkan memperoleh intervensi yang tepat sehingga kondisi mereka dapat terus membaik dan pada akhirnya keluar dari kategori stunting.