KabarLagi.com—Pagi itu, Mahani (79) masih menjalani aktivitas seperti biasanya. Di teras rumah, perempuan yang akrab disapa Ina Baka itu tengah mencuci pakaian. Tak ada tanda-tanda bahwa beberapa meter dari tempatnya berdiri, api perlahan mulai menguasai dapur rumahnya.
Sekitar pukul 09.22 Wita, Sabtu (22/8), rumah panggung milik Mahani dan suaminya, H. Yasin (89), di Desa Ndano Na’e, Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima, dilanda kebakaran.
Api diduga berasal dari tungku kayu bakar yang digunakan untuk memasak nasi. Saat itu, proses memasak masih berlangsung. Karena berada di teras dan tidak mengetahui kondisi dapur, Mahani baru menyadari rumahnya terbakar setelah mendengar teriakan dari tetangganya.
Rasti, warga yang rumahnya berada di sekitar lokasi, menjadi salah satu orang pertama yang melihat api. Ia berteriak meminta pertolongan. Warga pun berdatangan dan berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya.
Rumah panggung yang sebagian besar konstruksinya terbuat dari kayu membuat api dengan cepat menghanguskan bagian dapur. Sejumlah barang yang berada di dalamnya tidak sempat diselamatkan.
Uang tunai sekitar Rp8 juta ikut terbakar bersama pakaian dan sejumlah perabotan rumah tangga. Meski sebagian barang masih berhasil diselamatkan, kerugian akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kebakaran meninggalkan luka dan kepanikan bagi pasangan lansia itu.
Mahani menangis dan mengalami syok setelah melihat bagian rumahnya terbakar. Sementara H. Yasin saat kejadian berada di belakang rumah, tengah mengerjakan pagar kebunnya dalam kondisi fisik yang sudah renta.
Ia baru datang setelah api berhasil dipadamkan. Ketika melihat kondisi rumahnya, H. Yasin mengalami syok hingga pingsan. Warga kemudian membopongnya turun dan membawanya ke kediaman anaknya.
Hingga berita ini disusun, kondisi H. Yasin masih dalam keadaan syok. Mahani juga belum dapat dikonfirmasi lebih lanjut karena masih mengalami tekanan akibat kejadian tersebut.
Bagi pasangan lansia itu, kebakaran tersebut bukan sekadar kehilangan sebagian bangunan. Dapur yang menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari mereka kini rusak, sementara sejumlah harta benda dan uang yang mereka miliki turut hilang dilalap api.
Beruntung, kepedulian warga membuat api dapat segera dikendalikan sebelum menjalar lebih luas ke bagian rumah lainnya. Dengan peralatan sederhana, masyarakat bergotong royong memadamkan api dan menyelamatkan barang-barang yang masih memungkinkan untuk diamankan.
Kini, keluarga tersebut membutuhkan perhatian dan uluran tangan. Bantuan pemerintah maupun masyarakat diharapkan dapat membantu memperbaiki bagian rumah yang terbakar sekaligus meringankan beban ekonomi H. Yasin dan Mahani.
Di usia senja, pasangan itu harus menghadapi kenyataan bahwa sebagian tempat mereka berteduh telah hangus. Yang tersisa bukan hanya bangunan yang rusak, tetapi juga kebutuhan untuk kembali menata kehidupan setelah musibah datang tanpa diduga.
