Perhelatan WSBK dan MotoGP, HMI Undang Kapolda NTB

0
501
Kapolda NTB menghadiri acara dialog yang digagas HMI Cabang Mataram

KabarLagi.com—Irjen Pol. Mohammad Iqbal, Kapolda NTB menghadiri sekaligus sebagai Keynote Speaker Pada acara Dialog Publik yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mataram dengan tema ‘Meninjau Multiplier Effect Perhelatan WSBK Terhadap Pembangunan NTB’ bertempat di sekretariat HMI Cabang Mataram, pada Senin (15/11/2021) waktu setempat.

Kegiatan tersebut dihadiri turut dihadiri juga oleh Wadir Intelkam Polda NTB, Kabid Pemasaran Dispar Prov. NTB, Vice President Contruction and SRM ITDC, Ketum HMI Cab. Mataram, Ketum KOHATI HMI Cab. Mataram, Kabid Partisipasi Pembangunan Daerah HMI Cab. Mataram serta peserta dialog publik.

Mohammad Iqbal membuka dialog tersebut dengan menjelaskan keberhasilannya terkait penyelesaian lahan di sirkuit Mandalika.

“Penyelesaian lahan di sirkuit mandalika tersebut dilakukan secara bersama demi kesuksesan Provinsi NTB yang mengusung event Internasional.

“Kami terus mengajak stakeholder terkait berkomunikasi agar penyelesaian lahan tersebut bisa selesai dengan mengedepankan prinsip pendekatan kepada masyarakat setempat dan secara humanis.

Terkait dengan tema yang diusung dalam kegiatan diskusi tersebut, Irjen Iqbal juga mengutip atas apa yang dikatakan oleh menteri koordinator bidang perekonomian Airlangga Hartarto ketika melakukan kunjungan kerja di sirkuit Mandalika.

Bahwasanya Perkiraan potensi ekonomi pada pergelaran WSBK dan MotoGP minimal mencapai 500 milyar. Iqbal mengatakan bahwa angka tersebut merupakan multiplier effect dari pergelaran WSBK dan MotoGP yang akan digelar di sirkuit Mandalika.

“Angka capaian (500 M) tersebut merupakan Multiplier effect dari pergelaran yang diperkirakan akan ditonton oleh 130.000 penonton dengan catatan tetap mengedepankan protokol kesehatan serta potensi penambahan tenaga kerja oleh multiplier effect di Mandalika tersebut hampir mencapai 8000 orang. Artinya Ini suatu keberkahan bagi Provinsi NTB,” jelasnya.

Terjadinya gangguan keamanan 90 persen diakibatkan oleh residu tidak sempurnanya pengelolaan terkait ideologi, politik, ekonomi dan sosial budaya, ia menambahkan.

“Apabila perkembangan ekonomi dan sosial budaya sudah sempurna, maka gangguan keamanan pasti akan terminimalisir karena teorinya ialah jika Kesejahteraan meningkat, maka gangguan keamanan pasti menurun begitu juga sebaliknya,” ujar Iqbal.

Di penghujung arahannya, ia mengajak para pemuda agar diskusi ini meghasilkan ide ide yang cerdas serta kritis yang nantinya akan disampaikan kepada pemerintah daerah.

“Selamat berdiskusi, semoga diskusi ini menghasilkan ide ide yang cerdas dan kritis, agar hasilnya nanti bisa disampaikan ke pemerintah daerah. Sebab pemikiran para pemuda adalah pemikiran segar, strategis, karena para pemuda adalah generasi muda penerus pembangunan nasional,” tutupnya.*Tom