Sempat Tertunda, Gaji Guru Honore Depok Cair

0
3
Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, M Tamrin
Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, M Tamrin

DEPOK – Gaji honorer Kota Depok sebelumnya sempat tertunda selama tiga bulan akibat kesalahan input data dari Dinas Pendidikan Kota Depok.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, M Tamrin mengakui bahwa gaji guru honore belum dicairkan selama tiga bulan. Namun pada bulan Agustus ini gaji tersebut sudah dicairkan oleh Dinas Pendidikan Kota Depok.

“Sebelumnya memang tertunda pencairan tapi saat ini sudah di transfer ke bendahara sekolah itu yang juni dan juli. Sedangkan yang agustus itu dicairkan tanggal 21 Agustus kan mereka harus kerja dulu dong, “ujarnya saat dikonfirmasi Akurat.Co. Jumat (9/8).

Pencairan gaji terhadap guru honore dan tenaga lainya di Sekolah sebesar Rp 5,5 Miliar perbulan.” Jadi dari total 1600 guru honorer ditambah 400 staf dan tenaga lainnya kurang lebih 5,5 miliar yang kami keluarkan,”pungkasnya.

“Dan Allhamdulillah berdasarkan laporan tiap kecamatan yang Juni dan Juli sudah ditrasfer ke rekening para guru dan tenaga lainnya, “ungkapnya.

Dikatakan Tamrin gaji para guru honore serta tenaga lainnya di lingkungan sekolah bervariasi.

” Bervariasi tergantung masa kerja yang paling rendah Rp 1.250.000 sampai Rp 3.500.00. Itu untuk gaji mereka, “katanya.

Selain itu ia berharap kejadian penundaan pencairan gaji seperti ini tidak terjadi lagi untuk ke depan.” Kedepan kita akan perbaiki dan input Spj langsung di Dinas saja, “ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Mohammad Thamrin mengakui adanya keterlambatan pembayaran gaji guru honorer di Kota Depok.

“Hanya untuk guru honorer SD, kalau SMP sudah cair 2 minggu yang lalu,” kata Thamrin.

Menurut Thamrin, saat ini baru 246 Sekolah Dasar Negeri di dua kecamatan yang sudah selesai proses pencairan gajinya.

“Sampai hari ini masih berproses untuk SD, yang sudah selesai di Kecamatan Bojongsari dan Cinere, mudah-mudahan minggu ini selesai semua,” kata Thamrin.

Keterlambatan pembayaran itu, sebut Thamrin, salah satunya disebabkan karena kesalahan proses input dari sekolah ke Dinas Pendidikan.

“Sekarang semua harus online, saya nggak mau terima kalau manual, tapi masih banyak sekolah yang ajukan secara manual,” katanya.

Padahal, lanjut Thamrin, pihaknya telah mensosialisasikan mekanisme penginputan itu sejak Desember 2018.

Thamrin menjelaskan, total guru honorer SD dan SMP Negeri di Kota Depok mencapai 2000 orang. Bila ditotal gajinya perbulan mencapai Rp 7 miliar.

“Uangnya sudah ada, hanya saja tinggal menunggu proses pencairan,” ujar Thamrin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here