Kabar Utama

RSUI Lakukan Biopsi Prostat dengan Teknologi Robotik

KABARLAGI.COM, Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) kini telah dapat melakukan biopsi prostat dengan menggunakan teknologi robotik.

Biopsi prostat robotik adalah tindakan pengambilan jaringan pada prostat (kelenjar pada pria) karena adanya indikasi kecurigaan keganasan.

Dengan bantuan software dan hardware robotik, maka dapat meningkatkan keakuratan operasi dan meningkatkan angka deteksi diagnosa kanker prostat yang signifikan secara klinis.

Dokter Spesalis Urologi RSUI, dr. Dyandra Parikesit mengatakan keunggulan menggunakan alat robotik untuk menangani kanker prostat adalah tingginya tingkat akurasi daripada bila tanpa menggunakan alat tersebut.

“Keunggulan biopsi prostat dengan robotik adalah tingkat keakurasiannya lebih tinggi karena dapat mengkombinasi data MRI (magnetic resonance imaging) dan USG (ultrasonography) untuk menentukan lesi (area) yang dicurigai sebagai sel kanker dan fokus membiopsi lesi tersebut. Jika non robotik, maka hanya data dari USG dan tidak ada bantuan untuk menargetkan lesi yang dicurigai,” kata dr Dyandra kepada kabarlagi, Selasa (15/9/20).

dr Dyandra menjelaskan, biopsi prostat robotik tidak hanya meningkatkan ketepatan pengambilan sampel di lokasi tempat sel kanker prostat berada.

dr Dyandra mengklaim dengan menggunakan teknologi biopsi prostat robotik, waktu pelaksanaan biopsi juga dapat dilakukan lebih singkat yaitu sekitar 30-45 menit.

“Alat ini memiliki tangan robotik yang dapat membantu mengarahkan dokter saat melakukan tindakan biopsi prostat. Ini sangat membantu mempersingkat waktu operasi. Bahkan, dengan bantuan si robot, tindakan biopsi prostat hanya memerlukan dua kali tusukan pada kulit saat pengambilan sampel jaringan prostat,” katanya.

Lebih lanjut dr Dyandra mengatakan tindakan operasi biopsi prostat robotik dilakukan terhadap pasien yang memiliki indikasi biopsi prostat karena terdapat peningkatan kadar Prostat Spesific Antigen (PSA) darah dan kecurigaan yang dikonfirmasi dengan MRI.

“Pada umumnya, laki-laki yang perlu dilakukan pemeriksaan PSA adalah laki-laki di atas 45 tahun atau 40 tahun bila memiliki anggota keluarga sedarah dengan keganasan prostat,” terang dr Dyandra.

Sekedar informasi, penerapan biopsi prostat dengan menggunakan teknologi robotik pertama kali dilakukan di RSUI pada 30 Januari 2020 dan sudah rutin dilakukan.

Pada tanggal 12 September 2020, dr Dyandra Parikesit, bersama tim medis lainnya yaitu dr Anggara Gilang dibantu ners (perawat) RSUI melakukan biopsi prostat robotik pada pasien laki-laki berusia 60 tahun.

Alat robotik yang digunakan adalah iSR’obotTM Mona Lisa Robotic Prostate Biopsy System yang diproduksi oleh Biobot Surgical Pte LTD.

RSUI berharap adanya pelayanan ini dapat mendorong peningkatan layanan yang komprehensif dalam program deteksi dini kasus-kasus kanker prostat di Indonesia.

Dengan tenaga medis yang kompeten serta teknologi terkini yang digunakan, RSUI berkomitmen memberikan layanan kesehatan paripurna dan bermutu yang dibutuhkan oleh masyarakat, khususnya di wilayah Kota Depok.[]

Tagar

Related Articles

Back to top button
Close