26 C
Jakarta
Kamis, Januari 21, 2021

PWI Minta Kapolri Usut Tuntas Oknum Polisi Pelanggar Kemerdekaan Pers

KABARLAGI.COM, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menyayangkan tindakan kekerasan oleh pihak kepolisian terhadap para jurnalis yang meliput unjuk rasa penolakan Undang Undang Cipta Kerja. 

Padahal, wartawan dalam menjalankan tugas dan peranan profesinya dilindungi oleh Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.  
 
Ketua Umum PWI Pusat Atal S. Depari mengatakan, UU Pers berlaku secara nasional untuk seluruh warga negara Indonesia, bukan hanya untuk pers itu sendiri. Dengan begitu, semua pihak, termasuk petugas kepolisian juga harus menghormati ketentuan-ketentuan dalam UU Pers. 

“Pers bekerja berpedoman pada kode etik jurnalistik, baik kode etik jurnalistik masing-masing organisasi maupun kode etik jurnalistik yang ditetapkan Dewan Pers. Di mana, pers bekerja menurut peraturan-peraturan yang dikeluarkan oleh Dewan Pers,” jelasnya dalam siaran pers yang diterima, Sabtu (10/10/20).

Karenanya, pihak manapun yang menghambat dan menghalang-halangi fungsi dan kerja pers dianggap sebagai perbuatan kriminal dan diancam hukuman pidana dua tahun penjara.

“Dalam Peraturan Dewan Pers diatur terhadap wartawan yang sedang melaksanakan tugasnya, alat-alat kerja tidak boleh dirusak, dirampas, dan kepada wartawan yang bersangkutan tidak boleh dianiaya dan apalagi sampai dibunuh,” jelas Atal S. Depari.  

Atal S. Depari mengatakan, jika wartawan yang meliput aksi protes UU Cipta Kerja sudah menunjukkan identitas dirinya dan melakukan tugas sesuai kode etik jurnalistik maka seharusnya mereka dijamin dan dilindungi secara hukum.

Maka tindakan oknum polisi yang merusak dan merampas alat kerja wartawan termasuk penganiayaan dan intimidasi ketika meliput demonstrasi anti UU Cipta Kerja merupakan suatu pelanggaran berat terhadap kemerdekaan pers. 

“Perbuatan para oknum polisi itu bukan saja mengancam kelangsungan kemerdekaan pers tapi juga merupakan tindakan yang merusak sendi-sendi demokrasi. Tegasnya, ini merupakan pelanggaran sangat serius,” ujarnya.

Untuk itu, PWI Pusat meminta Kepala Polri Jenderal Idham Azis mengusut tuntas dan segera melakukan langkah hukum terhadap oknum polisi yang sudah menghambat, menghalangi tugas wartawan dengan melakukan perusakan, perampasan, dan penganiayaan kepada wartawan yang meliput unjuk rasa UU Cipta Kerja.

“Termasuk memberikan sanksi kepada oknum petugas yang sengaja menghambat kemerdekaan pers secara terang-terangan tersebut,” kata Atal S. Depari. 

Sekjen PWI Pusat Mirza Zulhadi menambahkan, kekerasan terhadap wartawan yang meliput unjuk rasa UU Cipta Kerja bukan hanya terjadi di Jakarta.

Berdasarkan laporan dari PWI-PWI di daerah hal yang sama juga terjadi di Medan, Lampung, Bandung, dan beberapa provinsi lain.

“Kami mengimbau pimpinan Polri memberikan pembinaan, pelatihan, dan pendidikan kepada polisi yang bertugas di lapangan bagaimana seharusnya menghadapi pers. Sehingga mereka paham bagaimana menghadapi pers di lapangan dan tidak main hakim sendiri yang merusak sendi-sendi demokrasi,” tutup Mirza.[]

Redaksi Kabarlagihttps://www.kabarlagi.com
Media Kabarlagi.com merupakan Media dibawah PT. Media Kabar Sejahtera yang memberikan informasi dan berita terpercaya.

Related Articles

KPU Tetapkan Idris-Imam Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok Terpilih

KabarLagi.Com-- Komisi pemiliham Umum (KPU) Kota Depok secara resmi menentapkan calon pasangan Idris-Imam sebagai calon Walikota dan Wakil Walikota Depok 2020. Penetapan tersebut...

Wali Depok Ajak Masyarakat Perkuat Imam dan Imun

KabarLagi.Com--Pandemi Covid-19 yang masih melanda Kota Depok dan Indonesia membuat semua orang-orang was-was. Bahkan korban jiwa pun berjatuhan akibat terpapar Covid-19. Menanggapi hal tersebut...

Tenaga Kesehatan di RSUD Depok Disuntik Vaksin Sinovac

KabarLagi.Com- Sebanyak 31 tenaga kesehatan (nakes) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok disuntik vaksin Covid-19. Penyuntikan tahap awal ini sudah dimulai sejak...

Stay Connected

21,390FansSuka
2,508PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

KPU Tetapkan Idris-Imam Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok Terpilih

KabarLagi.Com-- Komisi pemiliham Umum (KPU) Kota Depok secara resmi menentapkan calon pasangan Idris-Imam sebagai calon Walikota dan Wakil Walikota Depok 2020. Penetapan tersebut...

Wali Depok Ajak Masyarakat Perkuat Imam dan Imun

KabarLagi.Com--Pandemi Covid-19 yang masih melanda Kota Depok dan Indonesia membuat semua orang-orang was-was. Bahkan korban jiwa pun berjatuhan akibat terpapar Covid-19. Menanggapi hal tersebut...

Tenaga Kesehatan di RSUD Depok Disuntik Vaksin Sinovac

KabarLagi.Com- Sebanyak 31 tenaga kesehatan (nakes) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok disuntik vaksin Covid-19. Penyuntikan tahap awal ini sudah dimulai sejak...

Curi Tas Pria Ini Dihujani Bogem Mentah

Kabarlagi.Com--Aksi nekad Seorang pria berinisial D yang hendak mengambil tas milik anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) di lapangan Irekap, Jatimulya, Cilodong, Depok harus dibayar...

Tingkatkan Ekspor, Kementan Kembangkan 1000 Kampung Hortikultura

KabarLagi.Com-- Kementerian Pertanian (Kementan) menunjukkan peningkatan kinerja utamanya untuk subsektor hortikultura. Hal ini terlihat dengan naiknya angka ekspor produk hortikultura secara signifikan, yakni sebesar...