28.5 C
Jakarta
Senin, Maret 1, 2021

Manfaatkan Air Hujan di Tengah Menguatnya Fenomena La Nina

KABARLAGI.COM, Masyarakat dapat memanfaatkan curah hujan ketika musim hujan sudah mulai turun di beberapa wilayah. Meskipun hujan berintensitas tinggi yang dipicu oleh fenomena La Nina mungkin berdampak buruk kepada kehidupan masyarakat, air hujan dapat dimanfaatkan untuk beberapa kebutuhan.

Pemanfaatan tersebut sudah lama dilakukan di tengah masyarakat dengan istilah panen hujan atau rainwater harvesting.

Saat melakukan panen hujan dikenal dengan langkah TRAP atau tampung dan manfaatkan (T), resapkan ke tanah (R), alirkan ke drainase (A) dan pelihara masyarakat (P). Air hujan yang turun dapat ditampung sebagai cadangan air.

Pemanfaatan tidak hanya dapat dimanfaatkan untuk konsumi rumah tangga tetapi juga kawasan Industri.

Hal tersebut disampaikan Peneliti Universitas Gadja Mada, Agus Maryono dalam diskusi virtual dalam konteks fenomena La Nina, pada Minggu (11/10/20).

Ia mengatakan, Air hujan dapat ditampung dan digunakan saat musim kemarau tiba. Air hujan bisa juga dialirkan ke sumur untuk menambah debit air tanah.

“Terkait dengan ketahanan pangan, air hujan dapat disulap menjadi pupuk dan pestisida alami,” kata Agus.

Agus menyampaikan, air hujan juga dapat dimanfaatkan dalam budidaya ikan.

“Gerakan panen air hujan ini telah dilakukan berbagai komunitas di banyak wilayah seperti di Jawa, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan, Papua dan Sumatera,” katanya.

Menurut Agus, dengan gerakan ini bermanfaat untuk berbagai hal, banjir dan kekeringan berkurang, Kesehatan, pertanian dan perikanan meningkat, air tanah dan alam terjaga, lingkungan sehat dan masyarakat sejahtera.

Indonesia sedang menghadapi fenomena La Nina yang berdampak pada intensitas curah hujan tinggi. Berdasarkan catatan historis Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sepanjang terjadinya fenomena tersebut, umumnya 40 persen curah hujan di atas normal.

Menurut Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyampaikan, potensi cuaca ini harus diwaspadai secara dini.

“Beberapa provinsi sudah memasuki musim hujan dan perlu diwaspadai hujan di atas normal meskipun tidak sama di setiap wilayah,” ujar Dwikorita, Minggu (11/10).

Lebih lanjut Dwikorita mengatakan bahwa dampak La Nina terhadap curah hujan di beberapa wilayah Indonesia beragam. Berdasarkan analisis cuaca, bulan Oktober dan November dampak fenomena ini di wilayah tengah dan timur.

Sedangkan pada Desember, Januari dan Februari, dampak La Nina di wilayah tengah hingga utara Indonesia.

Ia menyampaikan sekitar 27,5 persen wilayah diprakirakan akan mengalami hujan lebih basah dari normalnya.

BMKG mengidentifikasi wilayah-wilayah pada kondisi tersebut antara lain Aceh bagian utara, sebagian Sumatera Utara, Riau bagian Timur dan Selatan, Sumatera Barat bagian timur, sebagian Jambi, Sumatera Selatan bagian timur, Lampung, sebagian Jawa, Kalimantan bagian utara dan timur, Bali bagian barat, Sebagian Nusa Tenggara, Pesisir barat Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara bagian selatan, Sulawesi barat bagian utara, Sulawesi Tengah bagian barat dan utara, Gorontalo, Sulawesi utara bagian utara, Pulau Taliabu – Maluku Utara dan Papua Barat bagian utara.

Sementara itu, prakiraan puncak musim hujan di beberapa wilayah Indonesia, antara lain Pulau Sumatera diprakirakan mulai dari November, Jawa, Bali, Nusa Tenggara umumnya pada Januari hingga Februari 2021, Kalimantan pada Desember hingga Januari 2021, Sulawesi mulai dari Januari dan April 2021 dan Maluku dan Papua mulai dari Januari dan Maret 2021.

Menyikapi fenomena La Nina, Dwikorita merekomendasikan dua hal. “Optimalisasi tata Kelola air terintegrasi dari hulu hingga hilir,” ujarnya.

Rekomendasi berikutnya yakni penyiapan kapasitas sungai dan kanal untuk mengantisipasi debit ar berlebih.

Dalam memonitor dan membangun kesiapsiagaan dini, setiap pihak dapat mengakses aplikasi Info BMKG yang dapat memonitor prakiraan cuaca hingga tingkat kecamatan. Ini sangat bermanfaat untuk mempersiapkan dalam mengantisipasi potensi ancaman bahaya hidrometeorologi serta mengurangi risikonya.

Redaksi Kabarlagihttps://www.kabarlagi.com
Media Kabarlagi.com merupakan Media dibawah PT. Media Kabar Sejahtera yang memberikan informasi dan berita terpercaya.

Related Articles

Pos Lantas Jalan Raya Bogor Tiba-Tiba Ambruk

KabarLagi.com - Pos Lantas Polres Metro Depok yang berada di Jl. Raya Bogor rubuh. Pos yang berdiri persis dipinggir kali ini roboh sekitar pukul...

DKR: Walikota Terpilih Perlu Segera Perbaiki Penanganan Covid19 dan Dampaknya Di Depok

KabarLagi.com - Pemerintah Kota Depok perlu segera memperbaiki penanganan wabah covid- 19 dan dampaknya dimasyarakat. Untuk itu Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) akan segera menyampaikan...

Dandim Sambas : Ciptakan Sinergitas Dengan Rakyat, Satgas TMMD Bersihkan Jalan

Kabarlagi.Com - Personel Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-110 Kodim 1206/Psb melaksanakan gotong royong bersama warga Dusun Tintin Kemantan, Desa Hulu Pengkadan,...

Stay Connected

21,597FansSuka
2,508PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

Pos Lantas Jalan Raya Bogor Tiba-Tiba Ambruk

KabarLagi.com - Pos Lantas Polres Metro Depok yang berada di Jl. Raya Bogor rubuh. Pos yang berdiri persis dipinggir kali ini roboh sekitar pukul...

DKR: Walikota Terpilih Perlu Segera Perbaiki Penanganan Covid19 dan Dampaknya Di Depok

KabarLagi.com - Pemerintah Kota Depok perlu segera memperbaiki penanganan wabah covid- 19 dan dampaknya dimasyarakat. Untuk itu Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) akan segera menyampaikan...

Dandim Sambas : Ciptakan Sinergitas Dengan Rakyat, Satgas TMMD Bersihkan Jalan

Kabarlagi.Com - Personel Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-110 Kodim 1206/Psb melaksanakan gotong royong bersama warga Dusun Tintin Kemantan, Desa Hulu Pengkadan,...

Idris Intruksi Jajarannya untuk Membuat 100 Ribu Lubang Biopori

KabarLagi.com – Usai dilantik pada Jumaat 26 Februari kemarin, Wali Kota Depok, Mohammad Idris langsung membuat gebrakkan yang cukup luar biasa. Gebrakan pertama yang dilakukan...

Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 642 Amankan Puluhan Botol Miras dan 10 PMI Non Prosedural

KabarLagi.com - Tak ada celah bagi siapapun yang mencoba melakukan segala bentuk kegiatan ilegal di perbatasan Indonesia-Malaysia Sektor Barat yang menjadi tugas dan tanggung jawab Satgas Pamtas Yonif...