Penuh Haru dan Tangis, Anak Tukang Sayur dan Buruh Nelayan Raih Doktor di Bidang Filsafat

0
1727

KabarLagi.Com — Jalan hidup tak selamanya mulus terkadang pahit dan manis. Itulah sepenggal kalimat yang diperuntukan bagi Dr Andri Ardiansyah. M.Pd. Betapa tidak keterbatasan ekonomi orang tua yang hanya menjadi buruh nelayan dan pedagang sayur di Sangiang sana tak menyurutkam tekadnya untuk meraih jenjang akademi tertinggi yaitu meraih Doktor di bidang Filsafat dengan judul Desertasi “Pembaruan Islam Prespektif Hasan Hanafi dan Nurhalis Majid” di Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Senen (29/8/2022).

Setelah selesai melakukan ujian terbuka dihadapan para penguji dan dinyatakan lulus. Dr Andri Ardiansyah sempat meneteskan air mata, suasana haru terjadi dalam ruangan sidang. Dalam pidato pembukaannya, ia mengucapkan terima kasih kepada para penguji dan pembimbing serta seluruh civitas akademik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.

” Terimakasih atas semua pihak dan teman-teman semuanya. Dan yang paling besar adalah kepada kedua orang tua saya yang tidak hentinya berdoa dan berjuang untuk saya sehingga mampu meraih gelar doktor,”katanya. Senen (29/8/2022).

Sementara itu dr Sanusi S.Pog mengapresiasi atas raihan Doktor anak muda sangiang. Menurutnya ini menunjukan lahirnya tradisi keilmuan yang cukup luar biasa dan harus dipertahankan.

” Ini cukup luar biasa. Sangiang telah mampu melahirkan generasi terbaik dan ini menjadi acuan untuk generasi kedepannya,”katanya.

Diketahui Dr Andri Ardiansyah adalah anak pertama dari lima bersaudara dari pasangan M Nur dan Sabaria. Ia lahir dari orang tua yang berprofesi sebagai penjual sayur dan buruh nelayan dari Desa Sangiang, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima.