Yudisium Pascasarjana UMMAT Periode III Tahun Akademik 2023/2024

0
604

Mataram — Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menggelar Yudisium Pascasarjana Periode III Tahun Akademik 2023/2024. Acara ini berlangsung khidmat dan dihadiri oleh Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM NTB), Wakil Rektor III UMMAT, Dr. Erwin, Wakil Ketua BPH, Drs. H. Syamsudin Anwar, dan Direktur Pascassrjana, Dr, Lukman, para dosen dan staf.

Dalam sambutannya , Direktur Pascasarjana Dr, Lukman menyinggung beberapa fenomena penting dalam dunia pendidikan tinggi saat ini. Beliau mengutip Peraturan Menteri (Permen) No. 53 Tahun 2023 tentang Penjaminan Mutu yang mengharuskan perguruan tinggi untuk terus meningkatkan kapasitas dan kualitas.

Selain itu, beliau juga menyampaikan tantangan yang dihadapi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di masa mendatang, seperti kebijakan dalam Permen No. 44 Tahun 2024 yang mengatur profesi, karir, dan pembayaran profesi, yang di antaranya akan membebankan pembayaran profesi pada PTS.

Lukman juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Rektor dan seluruh pimpinan UMMAT yang telah mendukung berbagai aktivitas di Pascasarjana.

“Berbagai peningkatan telah terjadi, mulai dari kenaikan jabatan dosen, penyediaan fasilitas seperti ruang kuliah dengan LED besar, hingga peningkatan publikasi artikel ilmiah. Jumlah mahasiswa Pascasarjana UMMAT juga mengalami peningkatan yang signifikan,” ujarnya. Senen (23/9/2024).

Dalam kesempatan ini, Dr. Lukman juga memberikan pesan khusus kepada para peserta yudisium yang akan segera menjadi alumni Pascasarjana UMMAT. Beliau mengingatkan pentingnya tiga domain dalam konsep Benjamin Bloom yang selalu diajarkan, yaitu pengetahuan, sikap, dan keterampilan.

“Jika ketiga aspek ini dapat kalian terapkan dalam kehidupan, InsyaAllah kalian akan sukses. Teruslah isi ‘kertas kosong’ dalam diri kalian agar menjadi matang dan siap menghadapi tantangan,” tambahnya, merujuk pada teori Tabularasa.

Ditempat yang sama, Rektor UMMaT, diwakili WR III, Dr. Erwin menyampaikan pesan yang mendalam terkait peran penting mahasiswa pascasarjana sebagai agen perubahan di tengah dinamika sosial dan politik yang semakin kompleks.

“Kita hidup di tengah era perselingkuhan antara kekuasaan dan kepentingan. Politik dan kapitalisme sering kali menjalin hubungan yang tidak sehat, yang dapat merusak moralitas masyarakat. Oleh karena itu, sebagai lulusan dari institusi pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai moral dan keagamaan, kita harus menjaga integritas dan menjadi agen perbaikan di tengah masyarakat,” ujarnya dengan tegas.

Dr. Erwin juga menekankan pentingnya menjaga harmoni dalam kehidupan sosial dan tidak terpengaruh oleh kepentingan-kepentingan sempit yang dapat merusak tatanan sosial. “Kami, atas nama pimpinan Universitas Muhammadiyah Mataram, berharap para lulusan ini mampu menyampaikan pesan positif dan menjadi contoh dalam menjaga etika serta moralitas di lingkungan masing-masing,” tambahnya.

Yudisium ini merupakan momentum penting bagi mahasiswa pascasarjana yang telah menyelesaikan studi mereka, sebagai langkah awal untuk terjun langsung ke dunia profesional. Dengan bekal ilmu pengetahuan dan nilai-nilai moral yang kuat, diharapkan para lulusan UMMAT mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan negara.

 

Sementara itu, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah NTB, Dr. H. Falahudin menyampaikan bahwa tujuan utama Muhammadiyah terbinanya masyarakat yang menjalankan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari, terlepas dari bentuk negaranya.

Dalam konteks pendidikan, Muhammadiyah menekankan bahwa pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai transfer pengetahuan (knowledge), tetapi yang lebih penting adalah transfer nilai (value).

“Inilah yang membedakan pendidikan di Muhammadiyah dengan pendidikan lainnya. Kami tidak hanya mengajarkan pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai Islam dalam setiap aspek pendidikan,” ujar pimpinan.

Pimpinan juga menjelaskan bahwa SPP yang dibayarkan oleh para mahasiswa bukan sekadar untuk transfer ilmu, tetapi juga berfungsi sebagai amal jariyah. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan sarana dan fasilitas yang mendukung proses pendidikan serta amal lainnya yang memberikan manfaat jangka panjang.

Sebagai organisasi yang bercita-cita membangun peradaban, Muhammadiyah melalui lembaga pendidikannya, termasuk universitas dan pascasarjana, berkomitmen untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan spiritual yang kuat. “Muhammadiyah ingin membangun peradaban, bukan hanya mencetak lulusan, tetapi membentuk individu yang berkontribusi bagi kemajuan masyarakat dan agama,” tegasnya.

Melalui komitmen tersebut, Muhammadiyah berharap dapat terus menjadi pilar dalam menciptakan masyarakat Islam yang maju, beradab, dan berakhlak mulia.