Peningkatan Aktivitas Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur, Status Ditingkatkan ke Level IV (AWAS)

0
369

Flores Timur, Nusa Tenggara Timur – Pada Senin, 4 November 2024, Gunung Lewotobi Laki-laki mengalami peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan, menyebabkan status kewaspadaan naik menjadi Level IV (AWAS). Erupsi terjadi pada pukul 23:57 WITA dengan seismograf mencatat amplitudo maksimum 47,3 mm dan durasi 1450 detik. Meski tinggi kolom erupsi tidak teramati, potensi bahaya bagi penduduk di sekitar gunung sangat meningkat.

Kabid KL BPBD Kabupaten Flores Timur, Avi Halan menyatakan bahwa data yang dikeluarkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sekitar 2.734 kepala keluarga atau sekitar 10.295 jiwa terdampak di tiga kecamatan, yaitu Wulanggitang, Ile Bura, dan Titehena. Sebagian warga, khususnya dari Desa Dulipali, telah mulai mengungsi ke Desa Lewolaga, di mana pemerintah desa menyediakan sekolah sebagai tempat penampungan sementara.

Saat ini, pemerintah setempat dan BPBD sedang melakukan upaya penanganan untuk memastikan keselamatan masyarakat. Meskipun belum ada laporan mengenai kebutuhan logistik dan layanan kesehatan, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 7 km dari pusat erupsi. Selain itu, mereka juga diingatkan untuk menggunakan masker guna melindungi diri dari potensi dampak abu vulkanik.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Nusa Tenggara Timur. Masyarakat disarankan untuk mengikuti perkembangan informasi melalui aplikasi dan media sosial resmi terkait aktivitas gunung.

Dengan perpanjangan status darurat hingga 31 Desember 2024, pemerintah berharap warga dapat mematuhi arahan untuk menghindari risiko lebih lanjut. Informasi terbaru dapat diakses melalui PUSDALOPS BNPB dengan nomor bebas pulsa 117.*Rid

(Sumber : BPBD NTT)