Peristiwa Heboh di Bima,  Pengeroyokan Siswi MTs dan Aksi Bunuh Diri  Viral di Media Sosial

0
1042
Tangkapan layar aksi pengeroyokan yang viral di medsos

KabarLagi.Com Bima, NTB – Dua peristiwa memilukan mengguncang Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, NTB, dalam waktu yang hampir bersamaan. Peristiwa pertama adalah aksi pengeroyokan terhadap seorang siswi salah satu sekolah di Bima yang viral di media sosial. Peristiwa kedua adalah aksi nekat seorang ayah dari salah di salah satu desa di Kecamatan Sape, yang ditemukan tewas gantung diri di rumahnya. Meski terjadi berdekatan, pihak kepolisian menegaskan kedua kasus ini tidak saling berkaitan.

Pengeroyokan Siswi MTs Viral di Media Sosial

Insiden pengeroyokan terjadi pada Selasa (17/12/2024) di jalan raya Desa Sumi, Kecamatan Lambu. Korban, seorang siswi dari salah satu sekolah di Bima, menjadi korban kekerasan brutal sejumlah pelajar lainnya. Dalam video yang beredar luas, korban yang mengenakan seragam olahraga biru-merah dijambak, dibanting, dan ditendang oleh beberapa siswi lain.

Ironisnya, para pelaku yang masih sama-sama pelajar tersebut tampak melancarkan aksinya tanpa hambatan, bahkan ada pelajar lain yang ikut menjambak dan mendorong korban hingga terjatuh. Sebagian pelaku mengenakan seragam olahraga kuning-biru dan putih, yang menunjukkan keterlibatan beberapa sekolah dalam peristiwa ini.

Dikutip dari Mbojopedia, Tindakan ini menuai kecaman luas dari masyarakat, terutama karena melibatkan pelajar yang seharusnya menjadi generasi penerus bangsa. Kapolsek Sape, AKP Masdidin, mengonfirmasi bahwa semua terduga pelaku telah diamankan. Kasus ini kini ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bima Kota untuk proses hukum lebih lanjut.

“Korban sudah menjalani visum, dan proses penyelidikan sedang berlangsung. Kami memastikan semua pihak yang terlibat akan dimintai pertanggungjawaban,” tegas Kapolsek.

Aksi Bunuh Diri di Desa Jia

Pada hari yang sama, masyarakat Desa Jia dikejutkan oleh tindakan nekat seorang ayah yang mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di rumahnya. Berdasarkan keterangan keluarga dan tetangga, ayah tersebut telah lama menderita sakit yang tak kunjung sembuh. Rasa putus asa akibat penyakit tersebut diduga menjadi alasan di balik tindakan tragis itu.

Aksi bunuh diri ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat sekitar. Warga desa berharap perhatian terhadap kesehatan fisik dan mental masyarakat, terutama di pedesaan, dapat ditingkatkan.