Pengamat Politik: PDIP Berpotensi Ubah Peta Koalisi Tanpa Ganggu Soliditas

0
287
Iwan Setiawan, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR)

Kabarlagi.Com — PDIP masih memiliki peluang untuk bergabung dengan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Meski demikian, kehadiran partai tersebut diperkirakan tidak akan menggoyahkan kekompakan Koalisi Indonesia Maju (KIM).

Iwan Setiawan, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), menjelaskan bahwa masuknya PDIP ke dalam koalisi pemerintah akan membawa perubahan signifikan pada lanskap politik nasional. Jika PDIP bergabung, pemerintah akan lebih leluasa menjalankan program-programnya karena tidak ada partai oposisi yang memberikan perlawanan. “Apabila PDIP masuk dalam koalisi, peta politik akan berubah, dan tidak akan ada oposisi. Seluruh program dan kebijakan pemerintahan Prabowo akan berjalan dengan lancar tanpa hambatan dari partai lain,” kata Iwan kepada Akurat.co pada Rabu (15/1/2025).

Namun, Iwan menambahkan bahwa kehadiran PDIP dalam kabinet tentu akan membawa perubahan dalam struktur pemerintahan. Penyesuaian dalam posisi menteri dan jabatan strategis akan dilakukan berdasarkan kesepakatan antara kedua pihak. “Jika PDIP masuk kabinet, pasti ada perubahan atau penambahan dalam susunan menteri dan posisi strategis. Semua itu tergantung dari hasil diskusi dan kesepakatan,” jelasnya.

Menurut Iwan, bergabungnya PDIP justru akan memperkuat koalisi pemerintahan. Sebagai partai pemenang Pemilu 2024 dengan jumlah kursi terbanyak di parlemen, PDIP akan memberikan pengaruh besar terhadap stabilitas pemerintahan. “Saya yakin masuknya PDIP tidak akan mengganggu soliditas KIM. Sebaliknya, kehadiran mereka akan semakin memperkuat koalisi,” ucapnya.

Ia juga menekankan bahwa keberadaan PDIP sebagai partai dengan kursi legislatif terbanyak akan memberikan kontribusi signifikan bagi pemerintahan Prabowo. “Sebagai pemenang pemilu dan pemilik kursi terbanyak, PDIP akan menjadi elemen yang sangat berpengaruh dalam mendukung pemerintahan,” pungkas Iwan.