KabarLagiJakarta – Rencana kegiatan Ramah Tamah masyarakat NTB se-Jabodetabek di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), yang semula direncanakan pasca pelantikan Gubernur NTB di Istana Negara, resmi dibatalkan. Keputusan ini diambil sebagai langkah efisiensi anggaran, sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar penggunaan anggaran negara difokuskan pada kegiatan yang lebih substantif dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Juru Bicara Gubernur NTB, Faris Thalib, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat NTB di Jakarta atas pembatalan ini. Ia juga memastikan bahwa akan ada forum atau momen lain yang akan disiapkan sebagai media silaturahmi bagi diaspora NTB di Jakarta dan berbagai wilayah lainnya.
“Pak Gubernur LMI akan menjadi pemimpin bagi semua masyarakat NTB, baik yang tinggal di daerah maupun bagi para diaspora NTB di manapun mereka berada. Silaturahmi tetap menjadi bagian penting, namun dengan format yang lebih efisien dan memiliki dampak yang lebih besar,” ujar Faris Thalib.
Menurutnya, arahan Presiden Prabowo sangat jelas, yaitu agar anggaran tidak dihabiskan untuk acara seremoni semata. Oleh karena itu, Gubernur NTB memilih untuk mengalokasikan anggaran ke program-program yang lebih substantif dan strategis guna mendukung pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di daerah.
Keputusan ini juga mencerminkan komitmen Gubernur NTB dalam menjalankan pemerintahan yang efisien dan berorientasi pada hasil. Program yang dirancang ke depan akan difokuskan pada sektor-sektor prioritas seperti peningkatan kesejahteraan rakyat, pembangunan infrastruktur, serta penguatan ekonomi daerah.
Meski acara di Jakarta dibatalkan, pemerintah daerah akan terus menjalin komunikasi dan sinergi dengan masyarakat NTB di perantauan. Diaspora NTB tetap menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah, baik melalui investasi, kolaborasi, maupun kontribusi lainnya yang dapat memberikan manfaat bagi NTB.
Ke depan, Gubernur NTB berkomitmen untuk menghadirkan kebijakan yang lebih efektif dan tepat sasaran. Dengan demikian, setiap program dan anggaran yang digunakan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, tanpa mengabaikan pentingnya menjaga hubungan erat dengan warga NTB di luar daerah.
