252 Pelajar Ikuti Kemah Bhakti dan Lomba PMR se-Kabupaten Sumbawa

0
42

KabarLagi.com—Sebanyak 252 anggota Palang Merah Remaja (PMR) tingkat Madya dan Wira dari berbagai sekolah di Kabupaten Sumbawa mengikuti Kemah Bhakti dan Lomba PMR ke-III Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Rencana Pondok Pesantren Al-Hakim Yayasan Muhammad Nur Jamal, Desa Kelungkung, Kecamatan Batulanteh, Senin (22/6).

Kegiatan yang berlangsung hingga 28 Juni 2026 itu dibuka oleh Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, dan dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, jajaran pemerintah daerah, pengurus PMI Kabupaten Sumbawa, kepala sekolah, pembina PMR, serta para peserta.

Ketua Panitia Pelaksana, Amir Ali, mengatakan peserta berasal dari tujuh SMP/MTs dan sembilan SMA/SMK di Kabupaten Sumbawa. Selain 252 peserta, kegiatan tersebut juga didampingi oleh 16 pembina dan pelatih.

Menurut Amir, Kemah Bhakti dan Lomba PMR menjadi sarana untuk meningkatkan kemampuan kepalangmerahan sekaligus membangun karakter, kepemimpinan, dan semangat kesukarelawanan di kalangan pelajar.

Selama sepekan, peserta akan mengikuti berbagai perlombaan dan aktivitas yang berkaitan dengan kepalangmerahan, kesehatan, serta pendidikan karakter. Kegiatan tersebut juga menjadi ajang mempererat hubungan antarkader PMR dari berbagai sekolah.

Dalam sambutannya, Bupati Syarafuddin Jarot menilai kegiatan PMR memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang peduli terhadap sesama. Menurutnya, pembelajaran yang diperoleh melalui PMR tidak hanya berkaitan dengan keterampilan teknis, tetapi juga menanamkan nilai disiplin, kerja sama, dan kepedulian sosial.

Ia juga menyoroti pentingnya penguatan nilai kemanusiaan di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat. Menurutnya, kemajuan teknologi perlu diimbangi dengan tumbuhnya empati dan kesadaran sosial agar generasi muda mampu menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

Selain itu, Jarot mengingatkan bahwa Sumbawa merupakan daerah yang memiliki potensi bencana seperti kekeringan, banjir, dan kebakaran lahan. Karena itu, keberadaan generasi muda yang terlatih, tangguh, dan memiliki jiwa kemanusiaan dinilai penting untuk mendukung upaya penanganan kondisi darurat di masyarakat.

Pemerintah daerah, kata dia, mengapresiasi peran PMI, para pembina, guru, relawan, dan panitia yang terus mendorong pembinaan generasi muda melalui kegiatan kepalangmerahan.

Kemah Bhakti dan Lomba PMR ke-III ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang pembelajaran yang memperkuat kapasitas, pengalaman, serta jejaring persahabatan para peserta sebagai bagian dari generasi muda yang aktif dalam kegiatan kemanusiaan.(TM)