KabarLagi.com–Kesempatan bagi pelajar di Kabupaten Sumbawa Barat untuk menunjukkan kreativitas sekaligus kecintaan terhadap budaya daerah kembali dibuka. Melalui Lomba Video Konten “Batuter Pelajar” 2026, peserta diajak mengangkat sejarah, budaya, hingga keindahan alam Sumbawa Barat dalam karya video yang inspiratif.
Kompetisi yang dikhususkan bagi pelajar berusia 10 hingga 15 tahun ini tidak dipungut biaya pendaftaran. Peserta diminta membuat video orisinal menggunakan telepon genggam atau kamera dengan durasi maksimal lima menit.
Panitia menetapkan sejumlah ketentuan, di antaranya video harus merupakan karya asli dan bukan hasil kecerdasan buatan (AI), belum pernah dipublikasikan di media sosial, serta menampilkan peserta mengenakan pakaian adat Sumbawa saat membawakan materi. Penyampaian narasi menggunakan Bahasa Samawa atau Bahasa Taliwang, dengan naskah yang dapat dibuat sendiri maupun menggunakan naskah pilihan panitia yang diterjemahkan ke bahasa daerah.
Sebagai bentuk apresiasi, setiap karya yang memenuhi seluruh persyaratan akan memperoleh uang pengganti biaya produksi sebesar Rp50.000.
Tak hanya itu, sepuluh video terbaik hasil seleksi dewan juri akan dipublikasikan melalui media sosial Pesona Sumbawa Barat, sehingga karya para peserta dapat disaksikan masyarakat luas.
Panitia juga menyiapkan penghargaan bagi lima juara terbaik pilihan dewan juri serta lima nominasi favorit pilihan pemirsa. Para pemenang akan menerima hadiah berupa uang tunai, bingkisan, serta piagam penghargaan dari Bupati Sumbawa Barat.
Pendaftaran sekaligus pengumpulan video dibuka hingga 17 Agustus 2026 melalui Telegram KMC Digital dengan melakukan pemindaian QR Code yang telah disediakan panitia.
Selanjutnya, sepuluh video nominasi terbaik akan ditayangkan pada 18–30 Agustus 2026, sementara pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah dijadwalkan berlangsung pada 1 September 2026.
Melalui ajang ini, generasi muda diharapkan semakin bangga memperkenalkan sejarah, budaya, dan pesona alam Sumbawa Barat kepada masyarakat Indonesia bahkan dunia, sekaligus menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya daerah melalui karya kreatif digital.
