KabarLagi.com—Pemerintah Kabupaten Lombok Barat terus memperkuat langkah pencegahan dan penanganan tuberkulosis (TB) dengan mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat. Upaya itu diwujudkan melalui kegiatan Tracing Tuberkulosis (TB) yang dipadukan dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kantor Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Senin (3/8).
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat, Camat Gerung, serta Kepala Desa Taman Ayu.
Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Hj. Nurul Adha mengingatkan bahwa TB masih menjadi persoalan kesehatan yang membutuhkan perhatian bersama. Karena itu, pelaksanaan tracing yang diintegrasikan dengan layanan Cek Kesehatan Gratis diharapkan dapat memudahkan masyarakat memperoleh pemeriksaan sekaligus mendeteksi berbagai penyakit sejak dini.
Ia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan kesehatan yang disediakan pemerintah sebagai langkah menjaga kesehatan diri dan keluarga. Menurutnya, keberhasilan pengendalian TB tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan kepedulian dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Penanganan TB tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah semata, melainkan memerlukan sinergi lintas sektor,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat mengatakan upaya penemuan kasus TB kini semakin diperkuat dengan dukungan dua unit alat X-ray portable dari pemerintah pusat. Fasilitas tersebut diharapkan mampu mempercepat proses skrining di lapangan sehingga kasus TB dapat ditemukan lebih awal dan segera ditangani.
Ia menjelaskan, tracing dilakukan secara terarah dengan menelusuri anggota keluarga maupun orang-orang yang memiliki kontak erat dengan pasien yang telah terkonfirmasi positif TB. Pendekatan ini dinilai lebih efektif untuk memutus mata rantai penularan.
Data Dinas Kesehatan menunjukkan hingga Juni 2026 telah ditemukan sekitar seribu kasus TB di Kabupaten Lombok Barat. Seluruh kasus tersebut menjadi dasar pelaksanaan tracing terhadap keluarga dan kontak erat guna memastikan penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, diharapkan upaya pengendalian TB di Lombok Barat semakin optimal sehingga semakin banyak warga yang terlindungi dari risiko penularan penyakit tersebut.
