0
12

KabarLagi.com—Pemerintah Kabupaten Sumbawa meluncurkan Toko Inflasi “Basamula” atau Bale Sembako Murah Pengendali Inflasi di Pasar Seketeng, Sabtu (22/8).

Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga ketersediaan kebutuhan pokok sekaligus mengendalikan harga agar tetap terjangkau bagi masyarakat.

Peluncuran Basamula dilakukan Wakil Gubernur NTB bersama Bupati Sumbawa dan dihadiri sejumlah unsur terkait, mulai dari Bank Indonesia, Bulog, Pertamina, Badan Pusat Statistik, perangkat daerah, pelaku distribusi dan perdagangan, hingga Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Toko Basamula tidak ditujukan untuk bersaing dengan pedagang yang telah berjualan di Pasar Seketeng. Keberadaannya lebih diarahkan sebagai instrumen pemerintah untuk melakukan intervensi ketika terjadi gejolak harga maupun gangguan pasokan.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa berharap toko tersebut dapat menjadi salah satu titik pemantauan harga kebutuhan pokok sekaligus sarana operasi pasar ketika diperlukan.

Selain persoalan harga, pemerintah daerah juga tengah melakukan pembenahan kawasan Pasar Seketeng. Sejumlah bagian pasar telah direnovasi dan pengembangan kawasan perdagangan yang lebih representatif turut disiapkan.

Sementara itu, pemerintah provinsi menilai pemantauan harga tetap penting meski berdasarkan perkembangan inflasi Juli, tidak terdapat komoditas di Sumbawa yang secara langsung menjadi penyumbang utama tekanan inflasi.

Kesiapan distributor dalam memenuhi kebutuhan masyarakat tetap menjadi perhatian, terutama menjelang momentum hari besar yang biasanya diikuti peningkatan permintaan.

Pengendalian inflasi dinilai membutuhkan kerja bersama karena perubahan harga dan pasokan di satu wilayah dapat berdampak terhadap daerah lainnya. Karena itu, koordinasi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, Bank Indonesia, distributor dan pelaku usaha terus diperkuat.

Program Basamula yang merupakan hasil kolaborasi Bank Indonesia Perwakilan NTB dan Pemerintah Kabupaten Sumbawa diharapkan dapat menjadi salah satu barometer perkembangan harga sekaligus instrumen untuk menjaga daya beli masyarakat.

Peluncuran ditandai dengan pemotongan pita dan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan sosial kepada masyarakat. Sebanyak 30 orang tercatat sebagai penerima bantuan, dengan lima orang menerima secara simbolis.

Kehadiran Basamula di Pasar Seketeng diharapkan bukan hanya menjadi tempat penjualan sembako murah, tetapi juga bagian dari langkah pemerintah memastikan kebutuhan pokok tetap tersedia dan gejolak harga dapat diantisipasi lebih cepat.