Muhammadiyah NTB Lepas Relawan untuk Bantu Pemulihan di Manggarai Timur NTT

0
16

KabarLagi.Com— Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Nusa Tenggara Barat melepas tim relawan ke Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, Kamis, 4 September 2026. Pelepasan berlangsung di Kantor PW Muhammadiyah NTB dan dipimpin langsung MDMC wilayah.

Sebanyak 15 relawan diberangkatkan untuk ditugaskan selama 30 hari, terhitung mulai 5 September hingga 5 Oktober 2026. Tim ini berada di bawah koordinasi *Muhammadiyah Disaster Management Center PWM NTB* dengan dukungan penuh penggalangan dana dari *Lazismu NTB*.

Pemilihan Manggarai Timur sebagai lokasi misi didasarkan pada hasil asesmen awal bersama pemerintah daerah dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah setempat. Hingga awal September, sejumlah desa di wilayah itu masih menghadapi persoalan mendasar pascabencana, mulai dari keterbatasan air bersih, hunian sementara, hingga akses layanan kesehatan dasar.

“Relawan berangkat bukan hanya membawa bantuan. Tapi juga membawa kepedulian masyarakat NTB untuk saudara kita di NTT. Harapannya bantuan ini efektif, tepat sasaran, dan dirasakan langsung manfaatnya,” kata *Yudhi Lestanata, Ketua MDMC PWM NTB*.

*Kerja Berbasis Data dan Satu Komando*

Selama 30 hari penugasan di lapangan, seluruh pergerakan tim akan mengacu pada prinsip *OMOR – One Muhammadiyah One Response*. Prinsip ini menegaskan Muhammadiyah bergerak dengan satu komando, satu data, dan satu aksi agar penyaluran bantuan tidak tumpang tindih.

Fokus kerja tim meliputi empat hal utama. _Pertama_, Manajemen poskor dan koordinasi dengan pihak terkait serta lembaga lain. _Kedua_, distribusi logistik, dan kebutuhan dasar. _Ketiga_, pendampingan psikososial bagi anak dan kelompok rentan. _Keempat_,

“Kami ingin memastikan bantuan tidak berhenti di tahap darurat. Setelah kebutuhan dasar terpenuhi, kami juga akan melihat bagaimana warga bisa bangkit,” ujar *Rio Eza, Koordinator Relawan*.

*Bawa Bantuan Sekaligus Bawa Nilai Kemanusiaan*

Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah NTB, *Dr. H. Ruslan Abdul Gani, MH*, berpesan agar tim kemanusiaan tidak hanya hadir membawa bantuan materi, tetapi juga membawa sikap dan nilai kemanusiaan.

Para relawan diminta menjaga sikap, menghormati adat istiadat masyarakat setempat, serta melayani warga terdampak dengan keramahan dan senyuman.

“Musibah ini hendaknya juga kita lihat sebagai bagian dari kasih sayang Tuhan. Di tengah kesulitan, semakin banyak saudara dari berbagai penjuru yang datang dan peduli kepada masyarakat NTT,” pesan Ruslan.

Menurutnya, di balik bencana terdapat kepedulian besar dari sesama manusia. Kehadiran relawan harus menjadi penguat bahwa warga terdampak tidak berjalan sendirian.

*Sinergi dan Kekompakan Kunci Misi*

Ketua *Lazismu NTB, Wiryandinata*, menekankan pentingnya kekompakan seluruh relawan dalam menjalankan misi.

“Relawan harus tetap kompak dan satu visi, yaitu membantu memulihkan kondisi masyarakat terdampak semaksimal mungkin,” ujarnya.

Di tengah padatnya aktivitas kemanusiaan, Wiryandinata juga mengingatkan para relawan untuk tetap menjaga ibadah dan kekuatan spiritual.

Ia menyampaikan satu pesan sederhana yang menjadi semangat perjalanan ini: hadir untuk membawa kabar bahagia.

“Kehadiran kita harus membuat masyarakat merasa bahwa mereka tidak sendiri. Itu bagian dari amanah kemanusiaan yang kita emban,” tegasnya.

Wiryandinata menambahkan, Lazismu berkomitmen mengelola donasi masyarakat secara akuntabel. Dana yang terkumpul digunakan untuk keberangkatan, logistik, dan operasional tim selama 30 hari di lokasi.

Sebelum diberangkatkan, seluruh relawan telah mengikuti pembekalan tentang keselamatan kerja, komunikasi, dan koordinasi lintas lembaga.

Bagi masyarakat yang ingin ikut membantu, donasi dapat disalurkan melalui rekening resmi Lazismu NTB.