Di Balik Seragam Cokelat, Satpol PP Rangkul Pelajar SMPN 3 Selong

0
9

KabarLagi.com—Seragam cokelat selama ini identik dengan ketegasan dan penegakan aturan. Namun, suasana berbeda terlihat di SMPN 3 Selong pada Sabtu, 19 September 2026. Satpol PP Kabupaten Lombok Timur hadir bukan sekadar menyampaikan aturan, tetapi juga mengedukasi dan merangkul para pelajar.

Kegiatan tersebut dihadiri Baiq Lian Krisna Yutarti bersama Sahabudin. Keduanya membawa pesan bahwa pendekatan kepada pelajar tidak selalu harus dilakukan dengan ketegasan, tetapi juga melalui dialog, edukasi, dan pendampingan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi bersama Kelompok Asistensi Mengajar Universitas Hamzanwadi dan pihak SMPN 3 Selong. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk membangun kesadaran siswa agar mampu menjaga diri, menaati aturan, serta memiliki lingkungan pergaulan yang positif.

Di hadapan para siswa, pesan tentang disiplin menjadi pembuka kegiatan.

“Siapa yang ingin sukses? Kuncinya cuma satu: disiplin. Kami hadir bukan untuk menakut-nakuti, tetapi untuk merangkul dan menyemangati,” menjadi pesan yang disampaikan kepada para pelajar.

Dalam kesempatan tersebut, Satpol PP menyosialisasikan Perda Nomor 4 Tahun 2007 Pasal 20 Ayat 1 terkait larangan berada di luar lingkungan sekolah pada saat jam pelajaran.

Selain aturan tersebut, para siswa juga diajak memahami sejumlah persoalan yang dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari.

Pertama, disiplin sebagai kesadaran diri. Para pelajar diingatkan bahwa disiplin seharusnya tumbuh dari kesadaran, bukan semata-mata karena takut terhadap hukuman.

Kedua, bijak menggunakan teknologi digital. Siswa didorong memanfaatkan telepon pintar untuk kegiatan positif, sekaligus mewaspadai judi online dan penyebaran informasi palsu. Pesan “saring sebelum sharing” kembali ditekankan.

Ketiga, menolak perundungan atau bullying. Para siswa diajak memahami bahwa sesuatu yang dianggap sebagai candaan dapat menyakiti orang lain. Karena itu, mereka didorong tidak menjadi pelaku maupun sekadar penonton, tetapi berani menjadi pihak yang membantu.

Keempat, cerdas memilih lingkungan pergaulan. Para pelajar diingatkan untuk berani menolak ajakan membolos, merokok maupun mengonsumsi minuman keras. Lingkungan pertemanan dinilai memiliki pengaruh terhadap perjalanan masa depan mereka.

Suasana semakin khidmat ketika seluruh siswa berdiri dan mengikuti pengucapan Ikrar Pelajar Hebat yang dipandu oleh dua orang perwakilan siswa.

Dalam ikrar tersebut, para pelajar berkomitmen menghormati orang tua dan guru, menaati aturan sekolah, menggunakan media sosial secara bijak, serta menolak segala bentuk perundungan.

Para siswa juga mendapatkan pesan agar tidak ragu mencari bantuan kepada guru ketika menghadapi persoalan.

“Kalian adalah generasi emas, bukan generasi cemas. Modal sukses ada pada karakter, ilmu, dan keberanian. Perbaiki diri mulai hari ini. Di sekolah ini, guru-guru adalah orang tua kalian—temui mereka jika butuh tempat bercerita.”

Kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga masa depan generasi muda tidak hanya dilakukan melalui penegakan aturan. Edukasi, komunikasi, keteladanan, dan kepedulian juga menjadi bagian penting dalam membangun karakter pelajar.

Dari SMPN 3 Selong, pesan sederhana kembali ditegaskan: masa depan dibentuk oleh pilihan dan komitmen yang dilakukan sejak hari ini.