KabarLagi.Com — Banjir bandang melanda Desa Nanga Wera, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, pada Minggu (2/2) pukul 19.30 WITA. Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut menyebabkan luapan air dari pergunungan hingga merendam pemukiman warga dan jalan raya dengan ketinggian mencapai satu meter.
Berdasarkan info dari berbagai sumber, Enam warga dilaporkan hilang akibat terseret arus deras. Di antara korban adalah seorang lansia bernama Ibrahim (75), seorang pedagang bernama Yani (28), serta seorang ibu rumah tangga, Juliani (32). Hingga kini, mereka masih dalam pencarian tim gabungan TNI, Basarnas, dan relawan setempat.
Bencana ini juga mengakibatkan tiga anak-anak hilang, yakni Aisah (5), Irgi (4), dan seorang bayi berusia 10 bulan bernama One. Derasnya arus banjir membuat warga kesulitan untuk menyelamatkan diri, sementara tim evakuasi terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian.
Sementara itu Sekretaris Desa Nanga Wera, Isunario dalam status Faceboknya menulis sebanyak enam warga dinyatakan hilang terseret arus. Mereka adalah Ibrahim Sandu, Yani Hariyani beserta anaknya, serta Juliani bersama anaknya. @Innalilahi wainnailaihi Raji’un,,
Ya Allah lembo Ade untuk keluargaku dan semoga keluarga yang hilang kebawa banjir selamat toi rumaee
Untuk sementara Warga Nanga Wera 6 orang yang hilang kebawa banjir.
1. Ibrahim sandu
2. Yani hariyani ( Wei la iri anak hama ama dija )beserta anaknya
3. Juliani berserta anaknya.
Jadi jumlahnya 6 orang
Lokasi desa Nanga Wera dusun karuwu RT 17. 18
Selain korban jiwa, tujuh rumah panggung milik warga hanyut terbawa arus. Salah satunya adalah rumah milik Arbam (58), seorang petani yang tinggal di Dusun Karuwu. Rumah milik Ahmad (59) dan Irawan (40) juga dilaporkan hilang akibat terjangan air bah.
Sejumlah warga kini mengungsi ke tempat yang lebih aman, sementara bantuan mulai didistribusikan bagi mereka yang terdampak. Tim gabungan dari Koramil dan Kodim Wera terus bersiaga di lokasi, bekerja sama dengan pemerintah daerah dan masyarakat setempat untuk membantu evakuasi serta pencarian korban.
Banjir ini diduga terjadi akibat curah hujan yang tinggi sejak sore hari, ditambah dengan kondisi daerah perbukitan yang menyebabkan aliran air mengarah ke pemukiman warga. Beberapa akses jalan di sekitar lokasi juga sempat terputus akibat genangan air dan material lumpur yang terbawa arus.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan deras. Proses pencarian korban dan penanganan dampak bencana masih terus berlangsung.
