Fakultas Kedokteran UMMAT Diserbu Peminat dari Seluruh Indonesia, Seleksi Ketat dan Berkualitas

0
254
Mr. Abdullah Safi (AICTE Executive Director) Abdul Wahab (Rektor UMMAT) dan Kepala KUI UMMAT Asbah

KabarLagi.Com--Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menunjukkan daya tarik luar biasa di tahun pertamanya. Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, M.A., mengungkapkan bahwa animo mahasiswa dari berbagai penjuru Indonesia untuk masuk ke program studi ini sangat tinggi, menunjukkan kepercayaan publik terhadap mutu pendidikan UMMAT yang terus berkembang.

“Hingga saat ini, dari kuota 50 mahasiswa baru, sudah terisi 27 orang, dan proses penerimaan masih berjalan tinggal dua gelombang lagi. Peminatnya luar biasa, datang dari berbagai provinsi di Indonesia,” ujar Rektor saat ditemui di sela-sela kegiatan Expo Mahasiswa UMMAT ke-2.

Yang menarik, menurut Rektor, seleksi masuk Fakultas Kedokteran UMMAT tidak sembarangan. Prosesnya sangat ketat dan selektif, mengikuti standar tinggi yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan instansi terkait. Peserta harus melewati serangkaian tes akademik, tes potensi, dan asesmen kesiapan mental serta finansial.

“Mereka yang lulus adalah calon-calon dokter muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga siap secara mental dan finansial. Ini penting karena pendidikan kedokteran menuntut komitmen dan kesiapan penuh,” tambahnya.

Rektor juga menekankan bahwa tingginya minat ini menjadi indikator kepercayaan masyarakat terhadap UMMAT. Terlebih lagi, pembukaan Fakultas Kedokteran ini bersamaan dengan pencapaian internasional kampus. Saat ini, UMMAT telah menerima 14 mahasiswa asing dari 22 pendaftar yang berasal dari Sudan, Yaman, Nigeria, dan Ghana.

“UMMAT kini tidak hanya berbicara skala nasional, tapi sudah masuk ke kancah internasional. Dengan masuknya mahasiswa asing, kita perkuat semangat globalisasi dan kompetisi sehat di lingkungan kampus,” tegasnya.

Kehadiran Fakultas Kedokteran juga diharapkan menjadi pemantik kolaborasi lintas program studi dalam bidang riset, teknologi kesehatan, dan pengabdian masyarakat.

“Kami siap menjawab tantangan zaman. Pendidikan kedokteran di UMMAT tidak sekadar mengejar kuantitas, tetapi menjunjung tinggi kualitas,” pungkas Rektor.