PWM NTB Gelar Sosialisasi Pedoman dan Bimtek Administrasi Pendirian Cabang Muhammadiyah

0
253

KabarLagi.Com– Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Nusa Tenggara Barat melalui Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting, dan Pembinaan Masjid (LPCR PM) menggelar kegiatan “Sosialisasi Pedoman dan Bimbingan Teknis Administrasi Pendirian Cabang Muhammadiyah” pada Sabtu (11/10/2025) di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT).

Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari dua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), yakni PDM Lombok Barat dan PDM Kota Mataram. Dari PDM Lombok Barat hadir Wakil Ketua PDM, Ketua dan Sekretaris LPCR PM PDM, serta seluruh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) di lingkungannya. Sementara dari PDM Kota Mataram, turut hadir Wakil Ketua PDM yang membidangi LPCR, Ketua dan Sekretaris LPCR PM, serta para PCM se-Kota Mataram.

Kegiatan resmi dibuka oleh Ketua PWM NTB, Dr. TGH. Salahudin, M.Ag. Dalam sambutan dan arahannya, beliau menegaskan bahwa Cabang dan Ranting merupakan ujung tombak dakwah Persyarikatan Muhammadiyah yang harus terus dihidupkan dan dikembangkan.

“Muhammadiyah tidak akan kuat tanpa cabang dan ranting yang aktif. Di sanalah denyut dakwah itu bekerja, berhadapan langsung dengan masyarakat, menjawab persoalan sosial, pendidikan, dan keagamaan umat. Karena itu, kegiatan seperti ini menjadi penting agar tata kelola administrasi dan kelembagaan di tingkat bawah semakin solid,” ujar Dr. Salahudin.

Beliau juga menekankan bahwa penguatan Cabang dan Ranting bukan hanya urusan administratif, tetapi juga bagian dari ikhtiar membangun kemandirian gerakan dakwah, memperluas jejaring sosial, serta memperkuat peran Muhammadiyah sebagai pelopor perubahan sosial berbasis nilai-nilai Islam berkemajuan.

Dalam laporan kegiatan, Sekretaris LPCR PM PWM NTB, Dr. Erwin, M.Pd. menyampaikan hasil verifikasi yang telah dilakukan di tiga PDM di wilayah NTB. Dari hasil pemetaan tersebut, pihaknya menemukan perlunya penguatan kapasitas administrasi dan pendataan yang sistematis di tingkat Cabang dan Ranting.

“Kegiatan ini sangat penting dilakukan untuk memperkuat tata kelola administrasi organisasi di tingkat Cabang dan Ranting. Kita ingin memastikan bahwa seluruh struktur Persyarikatan memiliki data yang valid, sistem kerja yang tertib, dan dokumentasi yang baik sehingga gerakan dakwah Muhammadiyah berjalan dengan efektif dan berkesinambungan,” tegasnya.

Erwin menambahkan, kegiatan ini menjadi langkah awal menuju standarisasi pengelolaan administrasi Persyarikatan sesuai pedoman resmi yang ditetapkan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Kegiatan dipandu oleh dua narasumber utama yang memberikan pemaparan materi secara komprehensif dan aplikatif.

Drs. Rawinggip, M.Pd., Wakil Ketua PWM NTB yang membidangi LPCR PM, menyampaikan materi berjudul “Urgensi Pengembangan Cabang dan Ranting”. Dalam pemaparannya, beliau menegaskan bahwa keberadaan Cabang dan Ranting merupakan indikator hidupnya Persyarikatan. Oleh karena itu, pengembangan kedua struktur ini harus berlandaskan visi dakwah yang berkemajuan dan didukung dengan tata kelola organisasi yang profesional.

Sementara itu, Dr. Erwin, M.Pd., Sekretaris LPCR PM PWM NTB, menyampaikan materi sosialisasi berjudul “Pedoman Pendirian Cabang dan Ranting Muhammadiyah”. Ia memaparkan langkah-langkah administratif, mekanisme pendirian, serta sistem pelaporan dan legalitas kelembagaan yang sesuai dengan aturan Persyarikatan.

Kedua narasumber menekankan pentingnya sinergi antara PDM, PCM, dalam membangun struktur organisasi yang tertib, dinamis, dan berorientasi pada pelayanan umat.

Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara LPCR PM PWM NTB dan Universitas Muhammadiyah Mataram, dalam rangka pelaksanaan program Hibah Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Tim pengabdian ini diketuai oleh Sri Maryani, S.Pd., dosen UMMAT yang juga aktif dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat berbasis dakwah komunitas.

Melalui kerja sama ini, universitas berperan sebagai mitra akademik yang membantu memperkuat kapasitas kelembagaan Persyarikatan di tingkat akar rumput melalui pendekatan pelatihan, pendampingan, dan digitalisasi administrasi organisasi.

“Kami berharap kegiatan ini memberi manfaat nyata bagi pengembangan Persyarikatan di NTB dan dapat terus berlanjut dalam bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan struktur organisasi Muhammadiyah di daerah,” harap Sri Maryani.

Peserta menyambut antusias kegiatan ini karena memberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya tertib administrasi, pembaruan data, dan mekanisme pendirian cabang sesuai pedoman Persyarikatan. LPCR PWM NTB berkomitmen akan menindaklanjuti kegiatan ini dengan pendampingan teknis di setiap PDM guna memastikan hasil bimtek dapat diterapkan secara efektif.

Dengan semangat “Gerakan Dakwah Berkemajuan”, kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Muhammadiyah NTB untuk memperkuat struktur organisasi dari bawah, memastikan setiap cabang dan ranting berfungsi optimal, serta menjadikan Muhammadiyah semakin hadir di tengah-tengah umat.