KabarLagi.Com–Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) melalui tim pengabdian masyarakat melaksanakan kegiatan pelatihan bertema “Pengelolaan Sampah Organik Berbasis Masyarakat” di Desa Bajur, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Kegiatan ini menyasar generasi muda, khususnya Gen-Z, sebagai motor perubahan dalam membangun kesadaran dan keterampilan pengelolaan sampah rumah tangga.
Kegiatan yang dipimpin oleh Ketua Tim Pengabdian, Dr. Safril, M.Pd., ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah organik menjadi pupuk yang bernilai ekonomis. Dalam sambutannya, Dr. Safril menjelaskan bahwa pengelolaan sampah organik merupakan solusi strategis dalam mengatasi persoalan lingkungan sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat desa.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan kesadaran sejak dini kepada generasi muda agar mereka tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga agen perubahan dalam pengelolaan lingkungan,” ujar Dr. Safril.
Sementara itu, Hamdi, M.H., selaku narasumber dan pemateri utama, menyampaikan materi mengenai strategi pengelolaan sampah rumah tangga dan pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa sampah tidak seharusnya dianggap sebagai limbah semata, melainkan sebagai sumber daya yang dapat diolah menjadi produk bermanfaat.
“Sampah organik jika dikelola dengan benar dapat menjadi pupuk kompos padat maupun cair yang bernilai jual tinggi, sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pupuk kimia,” jelas Hamdi.
Metode kegiatan terdiri atas tiga tahapan utama, yakni persiapan, pelaksanaan, serta evaluasi dan tindak lanjut. Tahap persiapan meliputi identifikasi masalah, survei lapangan, dan koordinasi dengan pemerintah desa. Pada tahap pelaksanaan, masyarakat mengikuti penyuluhan dan workshop praktik pembuatan pupuk organik. Sedangkan tahap evaluasi dilakukan melalui pemantauan peningkatan pengetahuan, sikap, dan keterampilan masyarakat dalam mengolah sampah.
Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan perilaku masyarakat terhadap pengelolaan sampah organik. Warga kini mulai mengubah kebiasaan membuang sampah langsung menjadi mengolahnya secara produktif. Selain berdampak pada kebersihan lingkungan, program ini juga membuka peluang ekonomi baru melalui pemanfaatan produk pupuk organik.
Dengan keberhasilan kegiatan ini, tim pengabdian UMMAT berharap model edukasi lingkungan tersebut dapat diterapkan secara berkelanjutan di desa-desa lain sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan yang ramah lingkungan dan mandiri secara ekonomi.
