KabarLagi.Com--Pembangunan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bima memasuki babak baru. Pada Rabu (26/11), telah berlangsung penandatanganan akta hibah penyerahan lahan dan aset dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima kepada Kementerian Agama Republik Indonesia. Penyerahan ini menjadi tonggak penting yang telah dinantikan selama hampir lima tahun akibat terkendala status lahan yang belum bersertifikat.
Bupati Bima bersama jajarannya menyatakan kesiapan penuh mendukung pembangunan satu-satunya perguruan tinggi negeri berbasis keagamaan Islam di Pulau Sumbawa tersebut. Langkah ini dinilai sebagai wujud lompatan berpikir dan inovasi kepemimpinan daerah dalam memajukan SDM dan mempercepat kemajuan berbagai sektor kehidupan masyarakat Bima dan sekitarnya.
Acara penandatanganan yang berlangsung di Gedung Kementerian Agama RI Lantai 2 itu dihadiri langsung oleh Bupati Bima beserta pejabat terkait. Dari jajaran Kementerian Agama hadir Sekretaris Jenderal Kemenag RI, Kepala Biro Keuangan dan BMN, Direktur PTKIN, dan sejumlah pejabat lainnya. Sementara dari Komite Pendirian IAIN Bima turut hadir Ketua Penasehat, Prof. H. Ahmad Thib Raya, serta Ketua Komite, Prof. Muhammad.
Usai penandatanganan, agenda berlanjut dengan rapat konsolidasi antara tim Kementerian Agama RI, Pemkab Bima, dan Komite Pendirian IAIN Bima. Rapat yang digelar secara maraton di ruangan yang sama membahas langkah-langkah teknis percepatan pendirian IAIN Bima. Sejumlah poin penting dan krusial disepakati untuk segera ditindaklanjuti oleh masing-masing pihak.
Antusiasme peserta rapat tampak tinggi, sejalan dengan komitmen besar Sekretaris Jenderal Kemenag RI, Prof. H. Kamaruddin Amin, yang menegaskan keinginan kuat pemerintah pusat untuk segera mewujudkan IAIN Bima. Dukungan serupa juga disampaikan Bupati Bima yang menyuarakan kerinduan masyarakat Bima terhadap hadirnya Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri di daerah mereka.
Dengan penyerahan lahan dan langkah akselerasi yang mulai berjalan, harapan masyarakat Bima akan berdirinya IAIN Bima kini semakin nyata. Semoga proses ini membawa berkah dan menjadi awal kemajuan pendidikan tinggi di wilayah timur NTB.
