Tiga Gubernur Matangkan Kerja Sama Perdagangan dan Ekspor: Tag ‘Made in Bali, NTB, dan NTT’ Disepakati

0
193

KabarLagi.Com–Kerja sama regional Bali, NTB, dan NTT memasuki babak baru setelah penegasan komitmen bersama di Mandalika. Selain fokus pada pariwisata, konektivitas, dan energi, ketiga provinsi menetapkan dua prioritas ekonomi besar penguatan perdagangan kawasan dan kolaborasi ekspor.

Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, meminta Dinas Perdagangan dari tiga provinsi untuk melakukan inventarisasi kebutuhan komoditas lokal yang dapat dipenuhi antar wilayah. “Mulai dari sektor pertanian, perkebunan, peternakan, hingga kelautan. Inventarisasi ini penting agar asosiasi petani, peternak, dan nelayan bisa kita ajak berkolaborasi,” tegasnya.

Bali Jadi Hub Ekspor Kawasan

Ketiga gubernur sepakat mendorong Bali sebagai hub ekspor internasional, sementara produk dihasilkan oleh tiga provinsi. Label ekspor juga diperbaharui menjadi.

“Made in Bali, NTB, dan NTT.”

“Mulai sekarang tidak ada lagi Made in Bali saja, tetapi Made in Bali, NTB, dan NTT,” tegas Iqbal.

Sambutan Para Gubernur

Gubernur Bali, Dr. Ir. I Wayan Koster, M.M., menyambut kerja sama ini sebagai terobosan yang belum pernah dilakukan antar provinsi di Indonesia. “Kita mulai dari program konkret yang manfaatnya cepat terasa. Ini bisa menjadi best practice nasional,” ujarnya.

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Lakalena, S.Si., A.pt., mengapresiasi kekompakan tiga provinsi. Ia menekankan pentingnya sejarah Sunda Kecil sebagai modal kebersamaan masa kini. “Kita bangun kerja sama yang saling menguntungkan. Masa lalu penting, tetapi mengisi masa kini dan masa depan jauh lebih penting,” katanya.

Ia sekaligus mengundang para Bupati/Walikota, BUMN, BUMD, dan OPD yang hadir untuk mengikuti pertemuan selanjutnya di NTT, rencananya di Labuan Bajo.

Menuju Implementasi 2026

Pertemuan turut dihadiri Wakil Gubernur NTB, jajaran BUMN/BUMD, Asosiasi Pengusaha, Bupati/Walikota se-NTB, hingga OPD lingkup Pemprov NTB. Ketiga gubernur menegaskan kerja sama ini tidak berhenti pada konsep, tetapi masuk tahap implementasi mulai 2026—menuju kawasan Bali–NTB–NTT yang makin terhubung, kompetitif, dan berdaya saing global.