Jembatan Putus Tak Kunjung Diperbaiki, Koorlap Aksi: Gubernur NTB dan Anggota Legislatif Jangan Diskriminasi dan Tutup Mata

0
508

KabarLagi.Com- Pasca aksi demonstrasi dan pemblokiran jalan yang digelar Aliansi Pemuda dan Masyarakat Waworada pada Selasa, 24 Maret 2026 lalu, perwakilan massa aksi bertemu dengan Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Damayanti Putri di kediamannya di Kota Bima pada Kamis, 26 Maret 2026. Pada kesempatan itu, hadir langsung Koorlap Aksi, Mujiburrahman beserta Tokoh Pemuda Waworada yang didampingi langsung oleh Kepala Desa Waworada, Dahlan M. Said.

Pertemuan itu menindaklanjuti tuntutan massa aksi terkait perbaikan jembatan di Jl. Lintas Wilamaci – Karumbu – Sape tepatnya di desa Waworada yang putus sejak 2 April 2023 silam.

Menurut keterangan Mujiburrahman, pertemuan singkat tersebut menghasilkan informasi yang cukup mengecewakan yang didengar langsung dari Wakil Gubernur NTB. Mujib menyampaikan, berdasarkan keterangan Wagub, pemprov NTB terlihat tidak serius memperbaiki jembatan putus di desa Waworada Kecamatan Langgudu Kabupatem Bima.

“Poinnya Bu Wagub bilang anggaran provinsi terbatas, belum ada untuk perbaiki jembatan itu”, ungkapnya.

Dia menyayangkan dan sangat kecewa dengan jawaban yang mereka dengar dari orang nomor 2 di NTB tersebut. Dia melihat tidak ada upaya serius untuk perbaiki jembatan yang rusak sejak 3 tahun silam.

“Terus terang kami sebagai masyarakat Waworada sangat kecewa, kok seperti itu jawaban yang kami dapat, padahal jembatan sudah rusak lama”, jelas Mujib.

Lebih lanjut dia mengungkapkan pemprov NTB cukup mengajukan secara serius anggaran perbaikan jembatan tersebut ke pemerintah pusat, dan dijadikan pengajuan prioritas untuk dibiayai menggunakan APBN.

“Sebenarnya kalau Gubernur dan Wagub serius perbaiki jembatan itu, sangat bisa pakai APBN, cuma faktanya mereka gak serius, kami rasa sangat didiskriminasi”, bebernya.

Terakhir, Mujib mengkritik keras keberadaan para anggota legislatif mulai dari DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten yang tutup mata melihat kondisi di desanya. Dia melihat para wakil rakyat itu seolah tutup mata dan tidak ada saat masyarakat butuhkan saat ini.

“Kami minta anggota DPR juga bersuara, jangan hanya diam. Pak Mori Hanafi, Pak Johan Rosihan, Bu Magdalena, mereka ini harusnya bersuara dan lihat kondisi di desa kami. Anggota DPRD Provinsi juga banyak, anggota DPRD Kabupaten khusus Dapil VI juga. Kalau mereka ini bersuara dan mau gerak serius pasti urusan jembatan rusak tidak akan bertahun-tahun sampai hari ini”, tegas Mujib.

Seperti diketahui, terjadi aksi demonstrasi dan pemblokiran jalan di desa Waworada kecamatan Langgudu kabupaten Bima pada Selasa, 24 Maret 2026. Tuntutan utamanya yaitu mendesak perbaikan jembatan putus sejak 2 April 2023 silam akibat banjir dan gempa bumi, serta perbaikan jalan UPT. Waworada yang sudah belasan tahun dibiarkan rusak parah oleh Pemda Kabupaten Bima