Kini, di usia senjanya, Ibu Jubaidah tidak hanya kehilangan pasangan hidup, tetapi juga harus menemani anaknya, Sarjan (36), yang ikut menjadi korban dan sedang dirawat di RSUP Provinsi NTB, menunggu operasi.
Ujian ini datang bertubi-tubi. Sapi-sapi yang mereka bawa mati, sebagian lainnya patah dan terpaksa dijual dengan harga sangat rendah. Harapan yang dibawa dalam perjalanan itu seakan runtuh dalam sekejap.
Di tengah cerita itu, dengan suara lirih dan bergetar, Ibu Jubaidah menggenggam tangan saya dan berkata,
“Anak… saya tidak tahu lagi… masih ada tunggakan bank untuk modal sapi…”
Kalimat itu sederhana, tapi menghantam hati saya begitu dalam. Ada rasa bingung, takut, dan pasrah yang bercampur dalam nada suaranya. Saat itu, saya benar-benar tidak mampu berkata apa-apa. Hanya bisa diam, menahan sesak, dan merasakan betapa berat beban yang sedang ia pikul.
Sepanjang perjalanan, saya tidak mampu menahan air mata. Betapa kuatnya hati seorang ibu ini. Di tengah kehilangan, di tengah luka, ia tetap berdiri, tetap bertahan. Ketabahan yang mungkin tak sanggup kita bayangkan jika berada di posisinya.
Ya Allah, begitu berat ujian-Mu, namun Engkau titipkan kekuatan luar biasa pada hamba-Mu ini.
Sebagai Ketua Asosiasi, bantuan yang kami berikan memang tidak seberapa. Namun itu adalah bentuk kepedulian dan dukungan kami, bahwa mereka tidak sendiri.
Semoga ada perhatian dari para pemimpin kita untuk datang menjenguk mereka di RSUP Provinsi NTB. Karena di balik cerita ini, ada potret nyata perjuangan dan risiko besar yang dihadapi para peternak sapi Bima demi menghidupi keluarga mereka.
Hari ini, saya benar-benar belajar tentang arti ketabahan. Dan jujur, air mata ini tidak bisa saya bendung.
Bagi siapa pun yang tergerak hatinya, mari kita hadir bukan hanya dengan rasa iba, tetapi dengan kepedulian nyata. Mungkin yang kita berikan tidak seberapa, namun bagi mereka itu bisa menjadi harapan di tengah ujian yang begitu berat.
Bantuan dapat disalurkan dengan menghubungi langsung pihak keluarga. Saat ini, anak korban yang mendampingi di RSUP Provinsi NTB dapat dihubungi melalui nomor: 085389026929.
Semoga setiap uluran tangan menjadi penguat bagi Ibu Jubaidah. Karena di balik air mata seorang ibu, selalu ada doa dan harapan yang tidak pernah padam.
