PWPM NTB Kecam Intimidasi terhadap Amien Rais, Serukan Demokrasi Beretika dan Bermartabat

0
92

KabarLagi.Com–Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Nusa Tenggara Barat (PWPM NTB) menyuarakan sikap tegas terhadap munculnya pernyataan dan tindakan yang dinilai mengandung unsur intimidasi kepada tokoh reformasi Indonesia, Amien Rais. Melalui rilisan resmi yang diterbitkan pada 12 Mei 2026, PWPM NTB mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga etika demokrasi dan menghormati kontribusi para tokoh nasional.

Dalam pernyataannya, PWPM NTB menegaskan bahwa Indonesia dibangun di atas nilai demokrasi, kebebasan berpendapat, serta budaya dialog yang beradab. Karena itu, segala bentuk ancaman, intimidasi, maupun pernyataan yang dapat merendahkan martabat tokoh bangsa dinilai tidak sejalan dengan semangat demokrasi yang sehat.

PWPM NTB juga menyoroti pernyataan yang disampaikan oleh Hercules Rosario de Marshal. Menurut mereka, figur publik semestinya menjadi teladan dalam menjaga persatuan nasional serta menghormati perjuangan para ulama, aktivis, cendekiawan, dan tokoh reformasi yang telah berkontribusi besar terhadap perjalanan demokrasi Indonesia, termasuk peran penting Amien Rais pada momentum Reformasi 1998.

“Perbedaan pandangan politik maupun sikap kritis terhadap kondisi kebangsaan harus disikapi secara dewasa melalui dialog dan argumentasi intelektual, bukan dengan cara-cara intimidatif yang dapat mencederai iklim demokrasi,” demikian isi pernyataan Ketua Pimpinan Wilayah Pemudah Muhammadiyah (PWPM) NTB, Ilham. Selasa (12/05/2026).

Organisasi kepemudaan Muhammadiyah di NTB tersebut menegaskan bahwa kritik merupakan bagian penting dari demokrasi. Namun, intimidasi dan ancaman terhadap kebebasan berekspresi dipandang sebagai bentuk kemunduran demokrasi yang tidak boleh dibiarkan berkembang di ruang publik.

Dalam sikap resminya, PWPM NTB menyampaikan lima poin penting, yakni mengecam segala bentuk intimidasi terhadap tokoh bangsa, mengajak masyarakat menjaga etika publik dan budaya dialog, mendorong tokoh publik mengedepankan nilai kebangsaan dan adab, mengingatkan bahwa perbedaan politik tidak boleh merusak persaudaraan bangsa, serta mengajak generasi muda tetap kritis sekaligus menjaga persatuan nasional.

PWPM NTB menilai demokrasi yang sehat hanya dapat tumbuh apabila seluruh elemen bangsa menjunjung tinggi hukum, moralitas, dan kebebasan berpendapat yang bertanggung jawab. Mereka juga mengingatkan bahwa demokrasi tidak boleh dibajak oleh kepentingan tertentu melalui tekanan maupun intimidasi.

Rilisan tersebut ditutup dengan penegasan komitmen Pemuda Muhammadiyah dalam menjaga nilai-nilai demokrasi, keadaban publik, dan persatuan bangsa di tengah dinamika politik nasional yang terus berkembang.