Gudang BAZNAS Dompu Kehilangan Lebih dari Dua Ton Beras, Pengurus Belum Berkomentar

0
17
Gudang penyimpanan beras Baznas di Dompu

KabarLagi.com–Lebih dari dua ton beras milik Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, dilaporkan hilang dari gudang penyimpanan. Hilangnya beras bantuan tersebut diketahui sekitar dua pekan lalu saat dilakukan pengecekan stok.

Gudang penyimpanan beras tersebut berada di area selatan Masjid Raya Baiturrahman Dompu. Berdasarkan informasi yang diperoleh, saat pemeriksaan dilakukan, pintu gudang dan gembok dalam kondisi utuh tanpa ditemukan tanda-tanda kerusakan.

Seorang sumber yang enggan disebutkan namanya mengatakan tidak ditemukan indikasi pembobolan melalui akses utama gudang. Menurutnya, kondisi atap gudang yang mengalami kerusakan di sejumlah bagian memungkinkan adanya akses masuk dari bagian atas bangunan.

“Gudangnya memang sudah rusak di beberapa bagian. Ada banyak celah di atap yang memungkinkan orang masuk,” kata sumber tersebut, Senin (22/6).

Sumber itu juga menyebutkan hilangnya beras diduga terjadi dalam kurun waktu tertentu dan baru diketahui setelah dilakukan pemeriksaan persediaan. Namun, hingga kini belum ada keterangan resmi mengenai penyebab maupun waktu pasti hilangnya beras tersebut.

Informasi yang diperoleh menyebutkan jumlah beras yang hilang diperkirakan lebih dari dua ton. Meski demikian, belum ada keterangan resmi dari BAZNAS Dompu terkait nilai kerugian maupun langkah yang akan ditempuh menyusul kejadian tersebut.

Ketua BAZNAS Kabupaten Dompu, Dahlan Har, yang dihubungi untuk dimintai konfirmasi belum memberikan tanggapan hingga berita ini ditulis.

Upaya konfirmasi juga dilakukan kepada sejumlah pengurus BAZNAS Dompu. Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum ada pihak yang bersedia memberikan penjelasan terkait laporan hilangnya beras bantuan tersebut.

Pantauan di Kantor BAZNAS Kabupaten Dompu yang berada di lingkungan Masjid Raya Baiturrahman menunjukkan tidak adanya aktivitas perkantoran. Sejumlah ruangan dalam kondisi tertutup dan terkunci.

Saat didatangi, hanya terlihat beberapa warga yang memiliki keperluan di kantor tersebut. Sementara pengurus maupun pegawai BAZNAS tidak berada di lokasi.(TM)