KabarLagi.Com--Sejumlah dosen yang tergabung dalam Tim Pengabdian Kepada Masyarakat dari Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mataram (Unram) sukses menggelar program pelatihan kewarganegaraan di Komunitas Bale Belajar, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat pada hari Sabtu-Ahad, 25-26 Juli 2026.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini berfokus pada penguatan kapasitas fasilitator dan peningkatan partisipasi aktif (civic engagement) serta karakter kepedulian sosial (civic disposition) generasi muda.
Ketua Tim Pengabdian Unram, Dra. Rispawati, M.Si mengungkapkan bahwa keberadaan komunitas belajar non formal seperti Bale Belajar memiliki potensi besar sebagai wadah pembentukan karakter anak-anak dan remaja. Namun, potensi tersebut sering kali belum optimal karena keterbatasan kapasitas fasilitator serta belum terstrukturnya program pembelajaran.
“Selama ini kegiatan di komunitas belajar nonformal cenderung berfokus pada kemampuan akademik dasar seperti membaca, menulis, dan berhitung. Melalui kegiatan ini, kami mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan nilai-nilai kepedulian sosial dan tanggung jawab kewarganegaraan melalui metode pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning),” ujar Rispawati.
Metode yang diterapkan meliputi Training of Trainers (ToT) untuk para fasilitator dan relawan, dilanjutkan dengan penyusunan Rencana Pembelajaran Komunitas (RPK) serta pendampingan langsung di lapangan.
Kompetensi Fasilitator Melonjak Hingga 85%
Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada kompetensi para fasilitator Bale Belajar. Skor rata-rata kemampuan fasilitator melonjak pesat dari yang semula 38,3% (kategori rendah) pada pre-test menjadi 85,0% (kategori sangat baik) pada post-test, atau mengalami kenaikan sebesar 46,7 poin persentase.
Peningkatan ini mencakup tiga indikator utama yaitu Pertama, Pemahaman Konsep: Pemahaman konsep civic engagement dan civic disposition naik dari 42% menjadi 88%. Kedua, Keterampilan Metodologis: Keterampilan merancang metode pembelajaran interaktif naik dari 38% menjadi 85%. Dan ketiga, Praktik Lapangan: Kemampuan memfasilitasi aksi sosial peserta didik naik dari 35% menjadi 82%.
Lahirkan Aksi Nyata Lingkungan dan Musyawarah Muda, Tak sekadar teori, program ini juga menghasilkan dua aksi unggulan yang melibatkan langsung anak-anak dan remaja di Bale Belajar yaitu pertama, Program “Bale Peduli Lingkungan”: Peserta didik diajak mengidentifikasi masalah lingkungan lokal, seperti penumpukan sampah plastik dan saluran air yang tersumbat, lalu bergotong-royong membuat tempat sampah terpilah. Dan Kedua Simulasi Musyawarah Muda: Wadah edukasi untuk melatih anak-anak menyampaikan pendapat, menghargai perbedaan, memupuk sikap toleransi, serta mengambil keputusan bersama secara mufakat.
Guna menjaga keberlanjutan program pasca-pendampingan, tim Unram juga menyerahkan Modul Panduan Pelatihan serta membentuk Tim Fasilitator Inti sebagai kader independen di komunitas.
Anggota tim pengabdian, Edy Kurniawansyah, menambahkan bahwa kegiatan ini sekaligus mendukung kampus berdampak, khususnya pada Indikator Kinerja Utama (IKU) terkait aktivitas dosen dan mahasiswa di luar kampus.
“Kami berharap model pelatihan berbasis komunitas yang telah dibangun dan dibekali modul mandiri ini dapat terus berjalan secara independen, sehingga dampaknya terus dirasakan oleh masyarakat Lingsar secara berkesinambungan,” pukasnya.
Kegiatan pengabdian ini terlaksana berkat dukungan dari semua Tim, Prodi, Fakultas, LPPM dan tentunya kampus Universitas Mataram.
