Menteri Perdagangan RI Budi Santoso Hadir di UMMAT, Dorong Ribuan Mahasiswa Tembus Pasar Global

0
6

KabarLagi.Com— Ribuan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) dari berbagai fakultas dan program studi mendapat kesempatan memperluas wawasan perdagangan internasional langsung dari Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Budi Santoso, dalam Kuliah Umum bertajuk “Kebijakan Perdagangan Indonesia” di Auditorium H. Anwar Ikraman UMMAT, Kamis (5/11/2026). Kehadiran Menteri Perdagangan RI ini menjadi momentum penting bagi UMMAT dalam mendorong lahirnya generasi muda yang inovatif, berjiwa wirausaha, dan mampu membawa produk lokal bersaing di pasar global.

Kegiatan yang turut dihadiri oleh jajaran pimpinan UMMAT, meliputi Rektor, para Wakil Rektor, Sekretaris Rektor, Dekan dan Direktur, Wakil Dekan dan Wakil Direktur, Kepala Biro, Ketua Lembaga, serta Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT).tersebut menghadirkan pembahasan strategis mengenai perkembangan perdagangan nasional, tantangan ekonomi global, hingga peluang konkret bagi mahasiswa untuk mengembangkan usaha berorientasi ekspor.

Rektor UMMAT, Dr. H. Abdul Wahab, M.A., menyampaikan apresiasi dan rasa bahagia atas kehadiran Menteri Perdagangan RI di lingkungan kampus. Menurutnya, kuliah umum ini menjadi kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk memperoleh wawasan langsung dari pengambil kebijakan nasional sekaligus memahami peluang yang dapat dimanfaatkan generasi muda dalam menghadapi persaingan ekonomi global.

Dalam pemaparannya, Budi Santoso menyoroti berbagai tantangan perdagangan dunia, mulai dari ketegangan geopolitik, proteksionisme, hingga perang dagang yang memengaruhi arus perdagangan internasional. Ia juga memaparkan kinerja perdagangan Indonesia yang mencatat surplus USD 3,36 miliar pada September 2026, dengan surplus kumulatif Januari–September mencapai USD 10,61 miliar.

Menteri Perdagangan RI turut menguraikan tiga program utama Kementerian Perdagangan, yakni Pengamanan Pasar Dalam Negeri, Perluasan Pasar Ekspor, dan Dari Lokal untuk Global. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat pasar domestik sekaligus meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar internasional.

Salah satu perhatian utama dalam kuliah umum ini adalah CampusPreneur, program Kementerian Perdagangan yang membuka peluang bagi mahasiswa untuk menjadi wirausahawan berorientasi ekspor. Program yang telah bermitra dengan 27 perguruan tinggi nasional tersebut memberikan pendampingan pengembangan usaha, sertifikasi produk, desain kemasan, hingga akses pemasaran internasional.

Berdasarkan materi yang disampaikan, sebanyak 25 pelaku usaha binaan terpilih dari 20 perguruan tinggi telah mencatatkan potensi transaksi sebesar USD 24,57 juta melalui program CampusPreneur. Capaian ini menunjukkan besarnya peluang inovasi mahasiswa untuk berkembang menjadi produk yang memiliki daya saing global.

Selain kewirausahaan, mahasiswa juga diperkenalkan dengan peluang magang di kantor Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) untuk memperoleh pengalaman langsung dalam perdagangan internasional dan promosi produk Indonesia di luar negeri.

Melalui kegiatan ini, UMMAT berharap mahasiswa tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha, mengembangkan inovasi, serta mengangkat potensi unggulan Nusa Tenggara Barat ke pasar yang lebih luas.

Kuliah umum bersama Menteri Perdagangan RI ini sekaligus mempertegas komitmen UMMAT dalam menghadirkan pembelajaran yang terhubung dengan kebijakan nasional, perkembangan dunia usaha, dan kebutuhan industri, guna melahirkan lulusan yang unggul, inovatif, berjiwa wirausaha, dan berdaya saing global.