Nasional

RSUD Provinsi NTB, Isolasi Pasien Asal India Diduga Terjangkit Corona

MATARAM-Pasca Presiden RI, Joko Widodo telah mengumumkan ada dua warga negara Indonesia (WNI) positif terkena virus corona. Sementara Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) NTB kedatangan pasien yang diduga terserang virus corona asal India bejenis laki-laki dengan inisial N (35) sekitar pukul 18 : 45 Wita, Senin (2/3) kemarin.

Hal tersebut disampaikan, Ketua Satgas Penanganan Corona RSUP NTB, drNyoman wisajaya Kusuma yang dihubungi Kabarlagi.com mengungkapkan, saat ini pihaknya sedang menangani pasien yang diduga terserang virus corana. Meski sudah dilakukan pemerksaan secara intensif yang dilakukan oleh tim medis RSUD Provinsi NTB pada, Selasa pagi (3/3). Namun pasein tersebut belum bisa dipastikan apakah terinfeksi virus corona atau tidak. “Belum bisa kita pastikan pasein terinfeksi virus corona atau tidak, karena hasilnya dari Litbangkes belum ada,”ungkapnya saat dikomfirmasi di Mataram.

Namun dari hasil pemeriksaan suhu badan yang dilakukan tim medis mengenai kondisi pasein, yang sebelumnya kondisi suhu badan yang cukup tinggi saat dilakukan pemerikaan terakhir pada pukul 19.00 WITA pada Senin (2/3) kemarin mencapai suhu diangka 36.9 dan Tensi 110/70. “Sekarang kondisi pasein sudah membaik, suhu 36.5 tensi 120/70 tidak sesak,”ungkapnya.

Sedangkan mengenai hasil pemeriksaan apakah pasein tersebut terinfeksi virus corona atau tindak, RSUD Provinsi NTB tidak bisa membuat kesimpulan, sebab harus menunggu hasil dari Litbangkes Jakarta, setelah mengirim hasil Laboratorium. Setidaknya 2 sampai 3 hari hasilnya bisa diketahui. “Hasil Laboratorium sudah dikirim ke Litbangkes Jakarta tinggal tunggu hasil 2 – 3 hari, setelah diterima di Jakarta. Mudah2an nanti malam sampai dan kita tunggu hasilnya,”ujarnya.

Sambil menunggu hasil, sambung, Nyoman, tim medis terus melakukan penanganan perawatan kepada pasein serta melakukan pengawasan secara intensif di rung isolasi. “Ya untuk sementara di ruang isolasi. Tindakan obat panas, antibiotik lanjut,”katanya.

Nyoman juga menyampaikan riwayat perjalan pasein, dimana saat pertama kali berangkat dari India pada tanggal, 16 Februari 2020 dengan menggunakan pesawat Air Asia, transit di Malaysia selama 4 jam dan melanjutkan perjalanan ke Jakarta. Sempai di Jakarta pada tanggal, 16 Februari 2020. Di Jakarta tinggal selama 1 (satu) Minggu dan menginap di hotel Laut Indah. Pasein melanjutkan perjalanan dari Jakarta ke Lombok pada tanggal, 23 Februari 2020. Menurut keterangan, Istri pasein, lanjut Nyoman, bahwa pasein selama di Lombok tidak pernah kemana-kemana hanya seputaran Selong-Pancor Lombok Timur

Gejala awal, pasein pada, Rabu 26 Maret 2020 mengalami panas. Sementara pada tanggal, 2 Maret 2020 masih di Selong merasakan, panas batuk lemes, tapi tidak sakit tenggorokan, kemudian pasein dirujuk ke RSUD Provinsi NTB. Saat dilakukan pemerikaan terakhir yang dilakukan tim medis pasein pukul 19.00 WITA, Suhu mencapai 36.9 dan Tensi 110/70. “Memang pasein dari perjalanan ke daerah Malaysia terus lanjutkan perjalanan sudah menderita panas, batuk hasil pemeriksanan dari IGD rumah sakit. Besok kita melakukan pemeriksaan lebih lengkapnya kepada pasein,”terangnya.

F- RUANG ISOLASI : WNA asal India inisiaf N, masih menjalani perawatan diruang Isolasi RSUD Provinsi NTB.

Selanjutnya

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close