Agus SalimHikmahKolom

Sejatinya Manusia Itu Lemah

Orang desa, di kampung saya, rata rata kalau sakit, dikit2 masuk angin, serba masuk angin atau paling banter awak e meriang, demam.

Di kota, penyakit naik kelas. Diabetes, kolesterol, stroke, dan nama penyakit lain yang berbahasa medis, latin atau asing lainnya. ‘Berkelas dan elit’Dengan kata lain, sakitpun ada kelasnya, walau hal itu tidak secara langsung atau hanya sebatas pada tataran candaan, namun hal itu ada.

Covid 19, tidak pandang bulu. Semua ras, suku, golongan, bangsa, agama, penghuni kutub utara atau selatan, padang pasir, padang rumput, pegunungan, kota metropolis atau ndeso, disapu bersih olehnya. Ga kelas kelasan. Dengan kata lain, mungkin si virus yang entah darimana datangnya ini, mengatakan.manusia itu amatlah lemah.

Manusia di era kecerdasan buatan ini, di era digital dan virtual ini harus menghadapi benda atau makhluk yang juga ‘maya’ virtual tetapi memiliki akses yang luar biasa. Tanpa kabel, tanpa satelit, ia bisa menembus benteng paling kuat sekalipun. Amerika dan Cina sebagai negara adidaya saat ini pun takluk, juga bangsa cerdik dan cerdas Yahudi.

Paling tidak hingga saat ini. Ya, kita sejati lemah.Kita semua siapapun jua, masih manusia.Kita akan mati jua ada atau tidak ada covid, tapi kita juga diperintahkan untuk memakmurkan bumi, dan tugas untuk hidup, hidup yang mulia.

Kita harus berusaha dan berdoa sekaligus agar covid 19 ini cepat ‘coid’ sirna dari muka bumi. Sambil menunggu saudara sesama manusia lain yang ahli dibidang ini menemukan cara memeranginya. Yang lain, manut, nurut..

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close