HANSIP, Corona Efek dan Problema Umat

0
628

Oleh. Mashud Sasaki

Keberadaan sebuah kampung yang aman, nyaman dan tentram tidak bisa lepas dari peran Hansip (Pertahanan Sipil) yang ada di dalamnya. Hansip sebagai petugas keamanan dalam sejarah sosial-budaya di Indonesia menjadi sebuah tradisi turun temurun dalam menciptakan keamanan dan kenyamanan di sebuah kampung.

Di masa Covid-19 sejak satu bulan lalu, keberadaan Hansip di kampung, sangat terasa manfaatnya. Dinamika pengelolaan kampung oleh pengurus RT/RW dengan berbagai peluang dan tantangannya yang senantiasa melibatkan peran Hansip di dalamnya, merupakan hal penting untuk dikaji.

Hansip sebagai profesi semi-sosial menjadi perhatian menarik bagi kita di masa ujian virus Corona melanda dunia. Peran Hansip yang awalnya normal dengan ritme kerjanya yang ajeg, kini saat Covid-19 melanda semua orang, hansip diminta utk kerja optimal agar Covid-19 tidak masuk wilayah kampung.

Di sisi lain, bila dilihat dari kondisi ekonomi petugas Hansip, berdasarkan hasil pengamatan dan interaksi langsung dengan beberapa petugas Hansip, kondisi ekonomi mereka cukup memperihatinkan. Demikian juga, aspek spiritual dan ibadah keseharian sebagian mereka perlu mendapat bimbingan. Hal ini menjadi perhatian pihak-pihak terkait agar kebutuhan dasar (based need) dan kebutuhan aspek lain mereka diperhatikan dan dipenuhi.

Ala kulli haal, keberadaan Hansip di tengah masyarakat sangat dibutuhkan, apalagi di masa ujian Virus Corona yang sedang melanda masyarakat. Namun demikian, kita berharap mereka tetap perlu mendapat perhatian lebih, selain bisa bekerja sebagai Hansip mereka juga bisa beribadah dengan baik.

Lalu bagaimana langkahnya… ?

Seorang pribadi yang baik, apapun profesinya termasuk sebagai Hansip, selalu mempehatikan urusan dunia juga akhiratnya. Ia memiliki keseimbangan hidup, antara kepentingan pekerjaan (profesi) dan kepentingan ibadah selalu diperhatikan.

Hansip yang special adalah apabila di sela-sela menjalankan tugasnya sebagai Hansip, ia tetap menjaga ibadahnya. Apalagi jika bertugas malam hari, misalnya ia bisa menyempatkan dirinya untuk ibadah sunnah (nawafil) seperti shalat tahajjud, dzikir, dan ibadah lainnya.

Di lapangan mungkin sudah ada sebagian Hansip kita, yang menampilkan performance yang baik, dengan tolak ukur tersebut.

Bahasa lainnya, Hansip yang baik diantaranya, ia bisa menjaga keseimbangan tugasnya sebagai Hansip, juga tetap menjaga tugasnya sebagai Abdullah (hamba Allah). Nampaknya, Hansip dengan profil seperti ini belum banyak kita temukan.

Sahabat FB dimanapun berada, kita berharap ke depannya Hansip2 yang ada di sekitar kita, baik yang ada di perumahan maupun Hansip di perkampungan memiliki performance dengan indikator Hansip yang senantiasa menjaga spirit/imanya, Hansip yang saat menjalankan tugasnya ia berusaha merujuk pada nilai2 agama dan norma sosial, Hansip yang tekun beribadah, Hansip yang gemar saling mengingatkan utk berbuat kebaikan, dan Hansip yang mau belajar dan mencari teman/sahabat yang baik dalam kehidupan sehari-harinya.

Semoga tulisan singkat ini bermanfaat, dan menjadi perhatian kita untuk bisa terlibat sesuai kemampuan untuk mengantarkan Hansip yang ada di sekitar tempat tinggal kita, menjadi Hansip yang lebih baik dari sebelumnya.

Aamiin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini