KabarLagi.com, Wakil Ketua Partai Gelora, Fahri Hamzah membeberkan dosa besar yang telah dilakukan Buzzer dalam dinamika politik tanah air.
“Dosa terbesar para buzzer adalah membuat sebagian rakyat berantem sama presiden, tapi dosa terbesar presiden adalah membuat rakyat berantem sesama rakyat. Presiden negara mana maksudnya ini?,” Kata Fahri dalam linimasa Twitternya, @fahrihamzah, dikutip kabarlagi.com, Rabu (2/9/20) sore.
Meski kerap menciptakan kegaduhan, mantan wakil ketua DPR RI itu mengaku tidak setuju jika Buzzer dianggap gangguan.
Justru, Fahri malah lebih menyalahkan pemerintah dalam merespon berbagai hal yang terjadi ditengah masyarakat.
“Tapi saya tak setuju fenomena buzzer dianggap gangguan, demokrasi itu memang sistem bising, penuh laron karena bottom line-nya adalah freedom,” katanya.
“Orang-orang mengejar cahaya yang kini tersebar pada banyak lampu penerang jalan. Jadi saya lebih memilh menyalahkan respon pemerintah,” tandasnya.
Seperti diketahui, belakangan ini Buzzer yang oleh pemerintah menyebut dengan istilah influencer ramai diperbincangkan karena hasil temuan Indonesia Corruption Watch (ICW) bahwa Buzzer mendapatkan dana besar dari negara yaitu lebih dari Rp 10 miliar.[]
