Disebut Telah Lakukan Pelecehan, IBH: Pernyataan Saya Bukan Ditujukan Kepada Afifah Alia

0
39

KABARLAGI.COM, Bakal Calon (Balon) Wakil Wali Kota Depok pada Pilkada 2020, Imam Budi Hartono (IBH) angkat suara terkait isu yang menyebutkan dirinya telah melekukan pelecehan terhadap bakal calon Wakil Wali Kota Depok Afifah Alia saat pemeriksaan kesehatan di RS Hasan Sadikin, Bandung, Jawa Barat.

Imam menyampaikan, pernyataan Afifah yang dimuat oleh beberapa media tidak sepenuhnya benar.

“Iya sayangnya yang nulis tidak minta klarifikasi sama saya. Padahal yang sebenarnya beliau mendengar separuh saja yah. Padahal ucapan saya ada kelanjutannya,”kata Imam ketika dikonfirmasi, Rabu (10/9/20).

Imam mengungkapkan panggilan Afifa yang dilontarkannya pada saat itu bukan dialamatkan kepada bakal Calon Wakil Wali Kota Depok Afifah Alia, melainkan ditujukan kepada sang cucu.

“Itu suasana becanda aja untuk menghilangkan kekakuan komunikasi sesama paslon, dan yang saya maksud Afifa itu panggilan cucu saya bukan beliau” ungkapnya.

Sebelumnya, Afifah Alia melalui pesan tertulisnya menceritakan pengalaman tidak menyenangkan saat menjalani tes kesehatan sebagai syarat mencalon jadi waki wali kota Depok, di rumah sakit Hasan Sadikin, Bandung.

Afifa mengatakan ucapan ‘Bu Afifah Alia Sekamar dengan saya saja’ dilontarkan oleh Imam Budi Hartono saat pihak rumah sakit membagikan tempat istirahat bagi Bacalon kepala daerah saat mengikuti tes kesehatan.

“Pak Imam Budi, dalam lontarannya mengatakan, ‘bu Afifah sekamar sama saya saja’, buat saya itu tidak pantas. Belum kenal, baru pertama kali bertemu, kok seperti itu,” katanya.

Tidak diterima dilecehkan

Afifah menilai, pernyataan yang disampaikan oleh Imam Budi Hartono termasuk dalam kategori pelecehan verbal. Saat itu katanya, ia lebih memilih untuk mendiamkan.

“Saat itu saya merasa geram namun memilih diam,” katanya.

Lebih lanjut, Afifah mengatakan semenjak memutuskan untuk mencalon wakil wali kota, dirinya telah beberapa kali mendapatkan cibiran hanya karena seorang perempuan.

“Saya sadar posisi saya yang belum pernah menjabat apa-apa sebelumnya, saya hanya warga biasa. Saya juga sudah dengar beberapa cibiran orang, perempuan kok berani-beraninya ikutan pilkada kota. Saya yang sesama kandidat saja dengan entengnya dilecehkan oleh kandidat lain, karena saya perempuan,” tandasnya.[]