29.8 C
Jakarta
Sabtu, Januari 16, 2021

Komisi Kejaksaan: Usut Politisi Terlibat Kasus Djoko Candra

KABARLAGI.COM, Komisi Kejaksaan (Komjak) menegaskan bahwa kolaborasi penegak hukum, yakni Kejaksaan, Polri dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus mampu menjerat oknum politisi yang diduga terlibat mafia hukum kasus Djoko S Tjandra.

“Publik tidak mempersoalkan koordinasi dan supervisi. Tetapi publik mengharapkan para bandit penjahat ini ditindak,” kata Ketua Komjak Barita Simanjuntak, dalam pernyataan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Rabu (23/9/20).

Hal itu didasarkan pada sangkaan yang kepada Jaksa Pinangki Sirna Malasari atas dugaan suap, pencucian uang dan permufakatan jahat.

Dalam kaitan dugaan permufakatan jahat, Komjak menekankan pemberantasan praktik mafia hukum yang melibatkan lintas profesi seperti oknum penegak hukum, oknum penasihat hukum, oknum pengusaha dan oknum politisi diharapkan dapat diungkap tuntas melalui kerja sama penegak hukum, baik Polri, Kejaksaan dan KPK.

Barita mengatakan berdasarkan ekspose yang dilakukan Komjak pertama kali terkuak bahwa Jaksa Pinangki yang tidak berperan sebagai penyidik jaksa dan tidak memiliki kewenangan eksekusi justru menjadi salah satu sosok sentral kasus tersebut.

“Kemudian, muncul oknum penasihat hukum Anita Kolopaking, serta Andi Irfan Jaya, pengusaha sekaligus mantan politisi NasDem yang tak lain adalah Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Nasdem Sulawesi Selatan. Ini sudah kelihatan benang merahnya bahwa diduga ada mafia sindikat atau industri hukum yang bermain di sini,” ujar Barita.

Untuk itu, kata dia, penegak hukum harus mendalami seluruh pihak yang terlibat termasuk informasi dugaan adanya politisi yang menjadi bagian dalam kasus itu sebagai penegakan asas “equality before the law” dan “due process of the law”.

Komjak meyakini penyidikan kasus itu belum selesai karena masih dapat didalami dari keterangan Djoko dan Andi Irfan yang juga dijerat pasal pemufakatan jahat.

Sementara itu, peneliti ICW Kurnia Ramadhana meragukan kelengkapan berkas Kejaksaan Agung ketika melimpahkan perkara yang melibatkan jaksa Pinangki Sirna Malasari ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.

“Pertama, Jaksa Penuntut Umum tidak menjelaskan apa yang disampaikan atau dilakukan oleh Pinangki Sirna Malasari ketika bertemu dengan Djoko S Tjandra sehingga membuat buronan kasus korupsi itu dapat percaya terhadap jaksa tersebut,” tutur Kurnia.

Hal ini penting, kata dia, sebab secara kasat mata, tidak mungkin seorang buronan kelas kakap seperti Djoko S Tjandra dapat menaruh kepercayaan tinggi kepada Pinangki, terlebih yang bersangkutan juga tidak memiliki jabatan penting di Kejaksaan Agung.

Selain itu, ICW mempertanyakan kepada Kejaksaan Agung, apakah proses pelimpahan perkara ke Pengadilan Tipikor dilakukan atas koordinasi terlebih dahulu kepada KPK, sebab KPK secara kelembagaan telah menerbitkan surat perintah supervisi pada awal September lalu.

Redaksi Kabarlagihttps://www.kabarlagi.com
Media Kabarlagi.com merupakan Media dibawah PT. Media Kabar Sejahtera yang memberikan informasi dan berita terpercaya.

Related Articles

Ulama Besar Indonesia Syekh Ali Jaber Meninggal Dunia

Kabarlagi.Com-- Kabar duka kembali menyelimuti tanah air Indonesia. Betapa tidak ulama kharismatik yang begitu mencintai Al-Qur'an Syekh Ali Jaber dikabarkan meninggal dunia hari ini,...

Perpustakaan Universitas Indonesia Didukung E-Resources Berkualitas Raih Akreditasi “A”

Kabarlagi. Com--Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan Universitas Indonesia meraih Akreditasi "A" dari Lembaga Akreditasi Perpustakaan-Nasional (LAP-N), Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Keputusan ini tertuang pada...

Kemenag Depok Ajak Masyarakat Dukung Vaksin Covid-19

Kabarlagi.Com-- Program vaksinasi untuk melawan Covid-19 sudah mulai dilakukan pemerintah. Bahkan Presiden Jokowi menjadi orang pertama yang mendapatkan vaksin. Sementara di Kota Depok, Kepala Kementerian...

Stay Connected

21,369FansSuka
2,508PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

Ulama Besar Indonesia Syekh Ali Jaber Meninggal Dunia

Kabarlagi.Com-- Kabar duka kembali menyelimuti tanah air Indonesia. Betapa tidak ulama kharismatik yang begitu mencintai Al-Qur'an Syekh Ali Jaber dikabarkan meninggal dunia hari ini,...

Perpustakaan Universitas Indonesia Didukung E-Resources Berkualitas Raih Akreditasi “A”

Kabarlagi. Com--Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan Universitas Indonesia meraih Akreditasi "A" dari Lembaga Akreditasi Perpustakaan-Nasional (LAP-N), Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Keputusan ini tertuang pada...

Kemenag Depok Ajak Masyarakat Dukung Vaksin Covid-19

Kabarlagi.Com-- Program vaksinasi untuk melawan Covid-19 sudah mulai dilakukan pemerintah. Bahkan Presiden Jokowi menjadi orang pertama yang mendapatkan vaksin. Sementara di Kota Depok, Kepala Kementerian...

Peluncuran Vaksinasi Pertama di Kota Depok Dimulai di RS Ui

KabarLagi.Com-Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) menjadi lokasi kegiatan peluncuran program vaksinasi Covid-19 di Kota Depok pada Kamis (14/1/2021). Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 10 pejabat...

Ibu sebagai Pahlawan Cegah Covid 19

Oleh : Kombes Pol Noviar, S.I.K (Direktur Lalu Lintas Polda NTB) Seorang Ibu memegang peranan penting dalam menyetop penyebaran pandemi infeksi virus corona atau Covid...