Penyebaran Terus Meningkat, Pemkot Depok Dinilai Gagal Tangani Covid-19

0
34

KABARLAGI.COM, Penyebaran virus Corona atau Covid-19 di Kota Depok masih terus meningkat. Hingga Jumat (02/10/2020) jumlah kumulatif kasus konfirmasi (positif) Covid-19 mencapai 4.602 orang.

Dari jumlah tersebut, 3.073 orang dinyatakan telah sembuh, 139 orang meninggal dunia, dan 1.390 lainnya masih dalam perawatan.

Berdasarkan data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC) Kota Depok, jumlah kasus konfirmasi Covid-19 melonjak drastis. Terhitung sejak 31 Agustus hingga 30 September 2020, angka konfirmasi meningkat sebanyak 2.110 kasus.

Menanggapi hal tersebut, anggota DPRD Kota Depok Fraksi PKB, Babai Suhaimi mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok telah gagal mengatasi penyebaran pandemi virus Corona atau Covid-19.

Padahal, menurutnya, anggaran yang telah dialokasikan oleh Pemkot Depok untuk penanganan Covid-19 sangat besar.

“Kalau boleh dikatakan, gagal ia. Karena buktinya dari anggaran yang sudah disiapkan, Pemerintah Kota Depok tidak mampu mengeliminir dan melokalisir penyebaran pandemi Covid-19,” kata Babai Suhaimi saat ditemui di wilayah Kukusan, Kecamatan Beji, Jumat (02/10/20).

Karena itu, kata Babai, tidak ada alasan bagi pihak manamun untuk menolak kehadiran Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil berkantor di Kota Depok.

Sebab, menurut Babai, apa yang dilakukan Ridwan Kamil merupakan untuk kepentingan bersama, khususnya warga Kota Depok.

“Tidak ada alasan menolak Gubernur berkantor di Kota Depok karena ini bicara kemanusian, dimana pandemi Covid-19 yang begitu tinggi di Kota Depok, bukan hanya tanggung jawab pemerintah kota, tapi juga tanggung jawab Gubernur, Presiden dan semua kita (masyarakat),” tegas Babai.

Untuk itu, kata Babai, dirinya sangat menyambut baik kehadiran Gubernur Jawa Barat berkantor di Kota Depok.

Hal tersebut, lanjut Babai, guna mendorong aparatur pemerintah dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Depok agar bergerak sebaik mungkin untuk mengurangi penyebaran Covid-19.