Pendiri Kreasik Nusantara: Sampah itu Ibarat Pisau, Tergantung Cara Kita Mengolahnya

0
2

KABARLAGI.COM, Tingginya kepadatan penduduk di perkotaan membuat konsumsi masyarakat tinggi, sedangkan lahan untuk menampung sisa konsumsi terbatas. Sampah yang dikonsumsi kebanyakan sampah plastik yang baru bisa terurai kurang lebih dari 20 tahun.
 
Pendiri Kreasik Nusantara Indonesia, I’in Rosdiana Munawaroh mengatakan, sampah itu sebenarnya bukan isu baru. Tetapi orang baru sadar ketika sudah terkena dampaknya. Sadar atau tidak sadar setiap hari kita tidak bisa lepas dari yang namanya sampah.
 
“Sampah itu ibarat pisau, tergantung cara kita mengolahnya,” kata Rosdiana saat berbicara dalam webinar bertajuk ‘Menuju Generasi Melek Lingkungan Sedari Dini’ yang digelar oleh tim pengabdian masyarakat (pengmas) Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia (SKSG UI), Sabtu (24/10). Narasumber lain yang berbicara dalam forum itu adalah Ketua Jangkar Ecovillage Depok, Endah Kusdiarwati, dan founder Bumi Buddies, Made Urmylla.
 
Rosdiana yang merupakan mentor Komunitas Kresek Surakarta itu menegaskan bahwa hal yang perlu diubah adalah mindset kita terkait dengan pemikiran yang masa bodoh terhadap lingkungan.
 
“Penyakit NIMBY (Not In My Back Yard) atau sikap tidak peduli merupakan hal yang paling pertama untuk diubah,” katanya.
 
Rosdiana bilang bahwa kita tidak bisa lepas dari sampah setiap hari. Tapi, kita bisa meminimalisir dengan konsep 3: Reduce (kurangi penggunaan sampah), Reuse (gunakan kembali jika masih bisa dipakai), Recyle (mendaur ulang sampah).
 
Selain itu, Rosdiana juga memberikan strategi kampanye mengelola sampah. Ia bilang, ada dua strategi kampanye yang bisa dilakukan para pegiat lingkungan. Pertama, hard campaign. Diantaranya dengan gerakan waste bank, sedekah sampah, garbage creation, dan kampanye.
 
“Kedua, soft campaign dengan memanfaatkan media sosial, melalui web, IG, facebook, fanspage, WA,” ujarnya.
 
Di penghujung diskusi, Rosdiana mengajak para pegiat lingkungan agar tidak perlu menjadi hero untuk bisa menyelematkan bumi, tapi dengan peduli lingkungan dan buang sampah pada tempatnya, maka kita akan bisa menyelamatkan bumi.
 
“Dan, jangan menunggu orang lain setelah itu terinspirasi, tapi bergeraklah maka anda akan menginspirasi,” pungkasnya. ***