Cegah Klaster Baru, KPU Depok Atur Jumlah Pemilih dan Jam Kedatangan di TPS

0
39

KabarLagi.Com- Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Depok semakin mendekat, sejumlah strategi penyesuain dalam pelaksanaan Pilkada 2020 terus dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok. Ketua KPU Kota Depok, Nana Shobarna mengatakan, pihaknya tidak ingin Pilkada menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

Dirinya mengatakan, guna menghidari potensi kerumunan, pihaknya menetapkan jumlah maksimal pemilih dan panitia di Tempat Pemungutan Suara (TPS) sebanyak 500 orang. Selain itu, KPU Depok juga memberlakukan jadwal pencoblosan atau kedatangan pemilih ke TPS.

“Nanti di formulir Model C Pemberitahuan,akan tertera kolom kehadiran, dari jam sekian ke jam sekian,” katanya, pada Kamis (26/11/20).

Ia menambahkan, perangkat penyelenggara Pemilu juga akan mengikuti rapid test di akhir November mendatang. Mulai dari Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS), hingga Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Selanjutnya, imbuhnya, penyelenggaraan Pemilu juga tetap mengacu pada protokol kesehatan. Seperti pengecekan suhu tubuh, memastikan penggunaan masker, memberikan sarung tangan plastik sekali pakai, dan mengatur jarak duduk.

Terakhir, ujar dia, pemberian tinta yang biasanya dicelup nanti akan ditetes. Dirinya mengatakan, penyelenggaraan Pilkada ditengah pandemi ini merupakan sebuah tantangan tersediri, serta faktor kesuksesan Pemilu kali ini ditentukan oleh kepatuhan seluruh elemen terhadap protokol kesehatan.