Tindakan menyelesaikan Konflik politik dalam politik Islam

0
395

Penulis: Pitrianti/Mahasiswa IISBUD Samawa Rea

KabarLagi.com – Seperti yang kita ketahui konflik politik merupakan suatu masalah yang timbul di dalam dinamika politik. Konflik politik dapat menyebabkan masalah dalam lembaga politik atau demokrasi itu sendiri. Sehingga diperlukan cara jitu untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Konflik politik adalah pertentangan kepentingan politik untuk memperoleh kekuasaan politik. Konflik dapat timbul dari adanya suatu masalah pertentangan kepentingan antara dua pihak, tidak mau mengala dan tetap mempertahankan kepentingannya masing-masing.

Oleh sebab itu, pengelolaan kepentingan politik harus dapat dilakukan, terutama oleh elite dalam lembaga politik. Bila elite tidak mampu mengelola konflik itu dapat menyebabkan masalah yang sangat berbahaya. Contohnya dalam Partai Politik itu dapat memecah belah partai. Kendati demikian, maka konflik perlu diselesaikan dengan cepat agar tidak menimbulkan masalah yang semakin besar.

Dalam menyelesaikan konflik politik diperlukan langkah-langkahnya atau caranya. Pertama, cara menyelesaikan konflik dapat dengan cara suatu kelompok yang terlibat konflik menarik diri dari konflik tersebut.

Kedua, konflik dapat terselesaikan apa bila suatu kelompok kelompok yang lebih kuat menekan dan memaksa kelompok lawan yang lebih rendah dan lemah agar tunduk dan patuh kepada kelompoknya. Ketiga, cara selajutnya penyelesaian konflik dapat dilakukan dengan mengambil jalan tengan antara dua kepentingan dari dua kelompok yang bertikai.

Terakhir, konflik dapat diselesaikan dengan mencari keputusan yang disepakati bersama melalui pendekatan dialog atau diskusi. Cara terakhir ini dapat dikenal dengan konsensus.

Konflik Politik dalam Islam

Karena dalam politik memiliki tujuan untuk membangun sebuah sistem pemerintahan dan kenegaraan. Maka dalam politik Islam yaitu bertujuan untuk membangun sistem dan lembaga yang tegak di atas dasar untuk hukum syariat Islam.

Dalam hal ini, penyelesaian masalah atau konflik politik menurut Islam bermaksud menyelesaikan masalah umat manusia yang dilakukan berasaskan syariat Islam. Artinya cara-cara menyelesaikan konflik politik dapat merujuk pada nilai yang tertuang dalam syariat Islam atau bersumber Al-Qur’an dan Sunnah.

Tindakan penyelesaian konflik dalam politik Islam sendiri dikenal dengan musyawarah mufakat. Konflik diselesaikan dengan jalur kekeluargaan atau cenderung ke dalam musyawarah dimana mencari akar masalah dan mencari solusi alternatif penyelesaian masalah tersebut.

Dengan musyawarah masalah dapat diselesaikan dengan lebih cepat dan efesien. Politik Islam itu mengutamakan segala hal yang menyangkut kesejahteraan umat. Sehingga menyelesaikan segala masalah dan konflik demi terwujudnya kesejahteraan serta tanpa menimbulkan perselisihan yang menimbulkan kerugian di semua pihak.

Selain itu, dalam politik Islam mengajarkan bahwa di saat konflik dapat mengambil nilai baik di semua aspek kehidupan manusia yang meliputi ekonomi, politik, sosial, perundangan dan sebagainya. Agar tercipta kebahagiaan dan kebaikan untuk semuanya.

Jadi satu hal yang perlu ditegaskan bila lembaga politik bebas dari konflik. Lembaga yang tanpa konflik akan membuat lembaga tersebut akan lebih maju dikarenakan selalu mengutamakan kesejahteraan dan kebaikan bersama.

Kalau di dalam partai, hal ini tentu akan meningkatkan citra politik yang positif di masyarakat. Atau yang dinamakan partai politik yang bebas konflik.