KabarLagi.Com – Kenakalan remaja saat ini menjadi masalah yang sangat meresehkan di daerah Bima dan Dompu pada khususnya, seperti yang sering kita lihat di media sosial dan surat kabar banyak sekali kenakalan yang terjadi, salah satunya yakni pemanahan misterius yang dimana notabene pelakunya adalah anak remaja yang masih mengenyam baku pendidikan, baik strata SMP maupun SMA, tentu hal tersebut sangat miris. Kenakalan remaja tentunya menjadi hal yang sangat serius untuk ditindak lajuti, dikarenakan remaja menjadi generasi penerus yang akan memegang tongkat perubahan kedepannya.
Dalam hal ini Dr. Safril selaku Wakil Rektor Satu Universitas Muhammadiyah Mataram menyampaikan, Kenakalan remaja merupakan perilaku yang melanggar setiap norma-norma dan hukum dalam masyarakat, tentunya hal tersebut perlu adanya atensi dari pemerintah dan masyarakat untuk bahu membahu dan lebih memaksimalkan penangan kenakalan remaja yang terjadi di Bima dan Dompu.
” Tentunya harus ada kolaborasi pemerintah dengan masyarakat untuk memberikan sikap dan perilaku tegas, diakrenakan kenakalan seperti itu merupakan sebuah pelanggaran,”katanya saat memberikan materi dalam kegiatan kuliah umum FKMPD Malang pada Minggu,(22/5/2022).
Lanjut Safril, dari sudut pandang ilmu sosial, remaja merupakan fase perubahan atau transisi baik dari segi mental, pola pikir, psikologis pada seorang anak menuju kematangan dalam berbagai aspek dalam dirinya, yang tentu dengan kematangan tersebut, bisa menjadi modal untuk menghadapi setiap permasalahan di era kemajuan teknologi informasi ini. Fase remaja menjadi tahapan krisis identitas pada remaja, karena pada usia ini anak-anak tidak tahu perannya dimasyarakat seperti apa dan kedepannya mau menjadi apa, oleh karena itu dalam proses krisis indentitas ini remaja cenderung melakukan kegiatan yang tidak baik dan melanggar norma-norma yang ada sehingga menjadi masalah dalam lingkungan sosial masyarakat. Krisis identitas dipengaruh dari berbagai sektor seperti pengaruh didikan orang tua, sekolah, lingkungan, sosial masyarakat, dan dunia maya. sehingga orang tua, masyarakat, sekolah dan pemerintah harus bahu mebahu untuk mengatasi masalah kenakalan remaja ini, seperti orang tua dan sekolah harus bisa menanamkan pendidikan karakter, norma-norma masyarakat dan akhlak-akhlak terpuji, sehingga perubahan tersebut datang dalam diri remaja tersebut.”ujarnya.
