KabarLagi.Com — Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, memberikan perhatian khusus kepada Bupati Terpilih Kabupaten Bima, Ady Mahyudin, dalam acara workshop Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN yang disiarkan melalui kanal YouTube PAN. Dalam sambutannya, pria yang akrab disapa Bang Zulhas tersebut menyapa hadirin dengan antusias, meskipun mengaku tidak dapat menyebutkan satu per satu peserta yang hadir karena jumlahnya yang banyak.
Namun, Bang Zulhas secara khusus menyebut nama Ady Mahyudin. “Saya ingin sebut, Bupati Terpilih Kabupaten Bima. Mana?” ujarnya. Ady Mahyudin pun berdiri dan disambut tepuk tangan meriah dari para peserta.
Dalam kesempatan itu, Zulkifli Hasan menceritakan perjalanan panjang dan perjuangan Ady Mahyudin untuk meraih kemenangan di Pilkada Kabupaten Bima. “Ady Mahyudin ini sudah empat kali maju sebagai calon bupati dan wakil bupati. Kali ini, akhirnya ia menang,” ungkap Zulhas.
Zulhas juga mengungkapkan kisah menarik di balik pencalonan Ady Mahyudin. Menurutnya, lawan politik Ady, Muhammad Putera Ferryandi, awalnya merupakan calon tunggal. PAN sempat menawarkan agar wakil dari pasangan tersebut berasal dari PAN, namun tawaran itu ditolak. “Saya bilang, ya sudah, kalau begitu Ady maju saja untuk melawan,” cerita Zulhas.
Ia juga menyoroti latar belakang Muhammad Putera Ferryandi yang merupakan keturunan raja. Ayahnya pernah menjabat sebagai Bupati Bima selama dua periode, begitu juga ibunya. Meski menghadapi lawan yang kuat, Ady Mahyudin tetap berjuang dengan segala keterbatasannya. “Ady maju tanpa biaya yang besar. Bahkan, ia sempat malu minta biaya ke ketua umum karena sering kalah,” ujar Zulhas.
Namun, semangat pantang menyerah Ady Mahyudin menjadi kunci keberhasilannya. Zulhas menekankan bahwa Ady melakukan kampanye dengan cara yang luar biasa, yakni berjalan kaki dari kampung ke kampung. “Ini cerita nyata. Kampanye jalan kaki dari desa ke desa. Dengan semangat dan kerja keras, akhirnya ia menang,” ujar Zulhas.
Kisah Ady Mahyudin ini, menurut Zulhas, menjadi inspirasi bagi kader PAN dan masyarakat luas. “Jangan pernah putus asa. Semua ada masanya dan jalannya,” pesannya.
