KabarLagiMataram – Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) terus berkomitmen dalam memperkuat pendidikan agama dan pemberdayaan perempuan sebagai pilar utama dalam membangun peradaban. Dalam kuliah umum bertajuk “Pendidikan Agama bagi Perempuan dan Pentingnya dalam Membentuk Generasi”, Prof. Nahla, penasihat Grand Syaikh Al-Azhar Kairo sekaligus Dekan Fakultas Agama Islam Al-Azhar University, menekankan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam membangun generasi unggul melalui pendidikan agama.
Kuliah umum ini disambut antusias oleh mahasiswa, dosen, staf, kader Muhammadiyah, serta masyarakat umum. Selain memperkuat kesadaran akan pentingnya pendidikan agama bagi perempuan, kehadiran Prof. Nahla juga membuka peluang kerja sama internasional antara UMMAT dan Universitas Al-Azhar, Kairo, termasuk dalam hal mobilitas akademik, pertukaran mahasiswa, serta peningkatan kapasitas dosen dan staf.
Pendidikan Agama sebagai Pilar Peradaban
Dalam paparannya, Prof. Nahla menegaskan bahwa Islam telah menjadikan menuntut ilmu sebagai kewajiban bagi setiap Muslim, baik laki-laki maupun perempuan. Ia juga mengutip firman Allah dalam Al-Qur’an: “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan.” (QS. Al-‘Alaq: 1)
Menurutnya, pendidikan agama bukan hanya sarana memperoleh ilmu, tetapi juga benteng dalam menjaga integritas diri, identitas umat dan membangun peradaban yang berakar pada nilai-nilai Islam yang rahmatan lil aalamiin.
“Perempuan bukan sekadar bagian dari masyarakat, tetapi merupakan pilar utama dalam membangun peradaban. Mereka memiliki peran besar dalam membentuk karakter generasi mendatang melalui pendidikan agama yang kuat dan benar,” tegas Prof. Nahla.
Ia juga menyoroti bagaimana sejak masa awal Islam, para perempuan Muslimah telah berkontribusi dalam dunia keilmuan. Nabi Muhammad ﷺ bahkan secara khusus menyediakan waktu bagi perempuan untuk belajar dan memahami ilmu agama, sebagaimana disebutkan dalam berbagai hadits Nabi saw.
Memperkuat Hubungan Internasional dan Mobilitas Akademik
Kuliah umum ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kesadaran tentang pendidikan agama bagi perempuan, tetapi juga memperkuat hubungan UMMAT dengan dunia Arab, khususnya Universitas Al-Azhar Kairo. Prof. Nahla mendorong UMMAT untuk semakin mengembangkan pendidikan agama dan pengajaran bahasa Arab sebagai bahasa Al-Qur’an, yang merupakan rujukan utama dalam memahami kehidupan dunia dan akhirat.
Rektor UMMAT Drs. Abdul Wahab, MA dalam sambutannya menyampaikan bahwa kerja sama dengan Universitas Al-Azhar diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia di UMMAT melalui berbagai program, seperti mobilitas internasional, pertukaran mahasiswa, serta penguatan kurikulum modern yang tetap berbasis nilai-nilai Islam.
“Kehadiran Prof. Nahla membuka peluang besar bagi UMMAT untuk semakin terlibat dalam jejaring akademik internasional. Kami berharap kerja sama dengan Al-Azhar dapat memperkaya wawasan mahasiswa dan dosen dalam bidang ilmu agama serta memperkuat posisi UMMAT sebagai pusat pendidikan Islam yang unggul,” ujar Rektor UMMAT.
Antusiasme Peserta dan Harapan Kedepan
Kuliah umum ini mendapatkan respons yang luar biasa dari para peserta. Diskusi interaktif yang berlangsung menunjukkan tingginya minat terhadap isu pendidikan agama bagi perempuan dan peran strategis perempuan dalam membangun generasi yang berkualitas.
Salah satu peserta, Rina, staff di UMMAT, mengungkapkan bahwa kuliah ini memberikan wawasan baru tentang pentingnya peran perempuan dalam Islam.
“Saya sangat terinspirasi dengan pemaparan Prof. Nahla. Beliau menegaskan bahwa perempuan memiliki posisi penting dalam dunia pendidikan dan membangun peradaban Islam. Ini semakin memotivasi saya untuk terus belajar dan berkontribusi dalam masyarakat,” ujarnya.
Kuliah umum ini ditutup dengan pemberian cinderamata dari Rektor UMMAT ke Prof. Nahla dan harapan agar pendidikan agama terus menjadi prioritas dalam membangun generasi yang berakhlak, berpengetahuan, dan siap menghadapi tantangan zaman. Dengan adanya kegiatan seperti ini, UMMAT semakin memperkuat perannya sebagai pusat pendidikan Islam yang inklusif dan berorientasi pada kemajuan iptek, serta semakin mempererat hubungan dengan Universitas Al-Azhar dan dunia Arab dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan studi-studi Islam dan berbagai program pengembangan dan priorita kedepan. (KUI-UMMAT)
