KabarLagi.Com-Keberadaan sebuah bengkel Motor Gede (Moge) yang beroperasi di dalam permukiman, tepatnya di Jalan Gg. H. Imang, RT 1/1, Kelurahan Kalimulya, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, mulai menuai keluhan dari warga sekitar.
Awalnya, lokasi tersebut disewa untuk rumah tinggal. Namun lama kelamaan, penyewa membuka bengkel di rumah yang dia sewa, untuk pengerjaan perbaikan moge di area padat penduduk.
Salah seorang warga, berinisial Z menjelaskan, suara bising knalpot khas moge yang keras dan durasi operasional bengkel yang hingga larut malam mengganggu kenyamanan mereka.
“Kami merasa terganggu, apalagi anak-anak saya sulit tidur karena suara knalpot yang bising,” jelas Z, Selasa (8/4).
Z mengeluhkan, tidak hanya masalah suara bising dari knalpot motor saja, warga juga mengeluhkan kebisingan bengkel yang sering memutar musik dengan volume tinggi, tanpa memperhatikan waktu.
Bukan hanya suara yang ditimbulkan dari moge saja, bengkel tersebut juga kerap memutar musik kencang tidak ingat waktu,” keluh Z.
Selain itu, lanjut Z, masalah parkir yang sembarangan hingga menutupi jalan masuk juga semakin memperburuk kondisi di sekitar lokasi bengkel.
“Parkir juga sembarangan menutup jalan,” kata Z.
Menurut Z, banyak warga yang telah mengeluhkan hal tersebut hingga melapor ke ketua RT setempat, namun pemilik bengkel dan pemilik kontrakan tidak mengindahkan teguran itu.
“Sudah lama dikomunikasikan ke RT setempat, bengkel justru semakin besar tanpa pedulikan ketergangguan kami,” ujar Z.
Z mengatakan, banyak keluhan warga terhadap bengkel moge tersebut, tidak seharusnya ada di tengah-tengah pemukiman padat penduduk.
“Kami berharap pihak berwenang dapat mengambil tindakan yang tepat untuk mengatasi permasalahan ini, dengan meminta bengkel tersebut untuk tutup atau pindah ke lokasi yang lebih sesuai dan tidak mengganggu kenyamanan lingkungan,” tandas Z.
Ia juga menambahkan bahwa terkait ndikasi intimidasi, karena setelah di tegur, pihak pemilik bengkel justru mengarahkan CCTV ke arah rumah salah satu warga yang terganggu karena bisingnya keberadaan bengkel.
“Terlebih sudah dikomunikasikan ke RT setempat, terkait CCTV yang sangat mengganggu privasi karena menghadap ke rumah, tapi tetap tidak di gubris”pungkasnya.
